Tekuni Bisnis Tas saat Masa Pandemi, Tetap Eksis Berkat Inovasi Hingga Jadi Inspirasi

oleh -641 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Masa pandemi Covid-19 menjadi ujian yang berat, termasuk bagi para perajin. Menekuni usaha di masa pandemi memang gampang-gampang susah, karenanya, harus bisa mampu adaptasi seiring zaman yang berubah cepat.

Seperti halnya Ena Rizqia Febriyani (22 tahun) warga RT 2 RW 2 Desa Jurang Kecamatan Gebog Kudus mengaku mengawali bisnisnya sejak Maret 2020, persis saat negara Indonesia mengawali perjuangan melawan virus covid-19.

Ia selama ini sudah bekerjasama dengan beberapa penjahit langganan di sekitar rumah yang siap ketika ada pesanan konsumen.

“Alhamdulillah, Ramadhan dan Lebaran tahun ini juga lumayan rame pesanan seperti tahun lalu,” terang Mahasiswi semester 8 jurusan manajemen di Universitas Muria Kudus (UMK).

Langkah kedepan nya ingin mempunyai store khusus untuk menampung hasil produksi dan konsumen bisa leluasa memilih barang yang disukai.

Tas Sesuai Pesanan Pelanggan dan Model yang Kekinian

Tren fashion aksesori semakin beragam, salah satunya tas motif tenun Troso yang sedang di gandrungi anak muda di Kudus dan sekitarnya. Desainnva yang simpel namun unik mem-buat tas buatannya digemari. Selain itu, harganya yang tidak bikin kantong kering juga menjadi alasan tas ini laris manis. Tas ini bisa digunakan perempuan juga laki-laki. Sebab pilihan tas tenun ini beragam.

Ada totebag, slingbag, pouch, handbag, clutch, stringbag, sling pouch, dan tas multi fungsi (2 in 1), dan waistbag. Ena mengaku mula-mula iseng membuat tas berbahan tenun itu. Bahannya didapat langsung dari perajin di Jepara. “Begitu tas jadi, saya langsung bawa ke kampus. Tenyata banyak yang tertarik. Lama-lama pesanan mulai mengalir,” terangnya.

Selain dipesan dari Kudus dan sekitarnya, Ena juga pemah mendapat pesanan dari Taiwan. Untuk motif dan model, kata dia, bisa tentukan sendiri. Sehingga itemnya dipastikan limited edition. “Pokoknya dibikin terbatas,” jelasnya.

Ena mengatakan, tas ini cocok dipakai diberbagai kesempatan. untuk kuliah, jalan-jajan, atau acara resmi.

“Ethnic, Simple, & Unique,” katanya. Tren sekarang, kata dia, cenderung mengangkat kearitan lokal. untuk itu dia yakin ke depan akan ada pengembangan motif batik dari berb-agai daerah. Sebab motif-motif etnik dari berbagai daerah unik-unik dan keren.

Jadi Inspirasi Anak Muda Lewat Acara Webinar Kampus

Kepiawaian Ena dalam berbisnis membuatnya jadi inspirasi orang lain, Ia sempat menjadi narasumber webinar di beberapa organisasi kampus di Kudus, tujuannya supaya menjadi inspirasi sekaligus membangkitkan jiwa entrepreneur anak muda di era pandemi.

Diketahui, sejak di bangku setingkat SMA (MA NU Banat Kudus) sudah mempunyai jiwa entrepreneurship. Ia pernah usaha laundry, meski tak bertahan lama. Selain itu, Ia juga ikut band Cempaka Putih, yang beranggotakan 5 orang cewek semua. Hingga akhirnya band tersebut tidak eksis karena kesibukan masing-masing.

Menjalani kuliah dengan berbisnis memang sulit, terutama menyempatkan waktu untuk bisa fokus semuanya. Walhasil, saat ini dia sedang fokus terlebih dahulu menyelesaikan skripsi dan targetnya bisa wisuda tahun ini, “Supaya bisa wisuda tahun ini, saya ingin fokus skripsi terlebih dahulu, karena beberapa bulan sempat tidak fokus kuliah, namun setelah rampung kuliah, usahanya dilanjutkan kembali,” terangnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :