Tepis Isu Friksi di Tubuh KONI: Rapat Konsolidasi Pengkab Se Kudus Berjalan Smooth

oleh

Kudus, isknews.com – Pasca di goyang isu mosi tidak percaya yang dilakukan oleh sejumlah Pengurus Kabupaten (Pengkap) olahraga yang ada di internal organisasinya.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus, Antoni Alfin menggelar rapat konsolidasi dengan mengundang seluruh pengurus kabupaten (pengkab) di gedung sekretariat KONI Kudus, sekaligus untuk menepis isu friksi antara dirinya dan sejumlah Pengkab Cabang Olahraga serta internal pengurus harian yang ada di organisasinya, Rabu (05/06/2020) petang.

Meski saat akan dilangsungkan rapat sejumlah wartawan peliput terpaksa meninggalkan gedung KONI akibat tak diperkenankan masuk oleh petugas KONI yang ada diluar. Namun malamnya usai pertemuan digelar, Antoni Alfin bersedia menemui dan diwawancarai oleh sejumlah awak media.

Antoni Alfin, ketua KONI Kabupaten Kudus (Foto: YM)

Dalam kesempatan tersebut dia mengatakan selain untuk menepis adanya dinamika mosi tidak percaya, rapat juga mengagendakan pemaparan sejumlah program kegiatan Pengkab di Kudus serta persiapan menghadapi sejumlah even olahraga termasuk Porprov 2022.

TRENDING :  Tiga Pemain Tunas Persilo Berpeluang Jadi Top Skor

Pada pertemuan yang menurut pengakuan staf internal KONI dihadiri oleh 28 pengkab dari 48 yang ada, tak satupun di antara mereka mempertanyakan isu panas yang sedang bergulir termasuk tidak berjalannya program kerja, seperti yang dimunculkan sebagai salah satu triger bergulirnya mosi tidak percaya.

Bahkan menurut Antoni Alfin rapat berjalan dengan smooth dan sejuk. Dirinya dalam sesi tanya jawab sengaja memberikan kesempatan kepada peserta rapat untuk menyampaikan seluruh unek- unek jika memang ada saran atau masukan terhadap berbagai kekurangan.

Namun seluruh peserta hadir tidak ada yang mempersoalkan kinerja dan program kerja yang sempat dinilai oleh sejumlah pihak tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Itu artinya tidak ada masalah, pengkab-pengkab solid dan itu tandanya
KONI masih kondusif,” ujar dia.

Namun demikian pihaknya tidak memungkiri jika mungkin ada pengkab yang belum puas dengan kepemimpinannya. Dia beralasan dan mengakui pada masa pandemi Covid-19 kegiatan olahraga tidak berjalan normal.

TRENDING :  DIVISI II KUDUS : Babak Semifinal, Adu Gengsi Empat Tim Promosi

“Dan kondisi itu tak hanya di KONI Kudus, tetapi di seluruh KONI di Indonesia, apalagi memang ada edaran Kapolri yang melarang menggelar kegiatan yang bersifat kerumunan,” ungkap dia.

Pihaknya berharap seluruh kegiatan kembali normal, sehingga program- program kerja dapat berjalan seperti biasa. Banyak program yang harus dilaksanakan, termasuk mempersiapkan rencana kegiatan Pra Porprov tahun depan dan Porprov 2022.

“Tapi karena masih ada pandemi Covid-19,  program- program latihan belum seluruhnya terlaksana. Bukan berarti program tidak berjalan, tetapi lebih melaksanakan anjuran pemerintah agar membatasi kegiatan olahraga selama masa pandemi Covid-19,” tuturnya.

Meski begitu toh masih ada sejumlah pengkab menggelar latihan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Untuk pelaksanaan kegiatan pengkab, kami support anggaran dan ada bukti pencairan, dengan bukti transfer,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua KONI Kabupaten Kudus periode 2019-2023 Antoni Alfin mendapatkan desakan dari sejumlah pengkab untuk mundur, meski baru menjabat kurang dari satu setengah tahun.

TRENDING :  Ini Hasil Final POPDA Kudus 2017 Cabang Olahraga Sepak Bola Tingkat, SD, SMP, SMA

Sebagian besar ketua pengkab mengadakan pertemuan, mempertanyakan berbagai kebijakan pembinaan dan sejumlah persoalan di tubuh KONI yang gagal diselesaikan.

“Kami sudah menyarankan agar dia mundur dari Ketua KONI Kudus daripada digelar musorlub, tetapi itu semua tergantung Pak Antoni,” kata Achmad Faishal, Wakil Ketua Bidang Hukum yang juga Ketua Pengkab Podsi Kudus.

Ketua Harian Pengkab PBVSI, M Rinduwan membenarkan adanya tuntutan
itu. Sebagian pengkab merasakan masih banyak persoalan yang belum dapat dituntaskan KONI hingga sekarang, salah satunya soal bonus prestasi
atlet dan pelatih serta program pembinaan.

Dinamika adanya keinginan perubahan di tubuh KONI terjadi semata-mata demi kemajuan olahraga di Kabupaten Kudus.

“Kalau tidak dibenahi dari sekarang, kami khawatir prestasi Porprov
2022 akan jeblok,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :