Terdampak Pandemi, Penjualan Tanaman Bonsai Dikeluhkan Turun Drastis

oleh -32 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Terdampak Pandemi covid-19, penjualan bonsai di Kudus dikeluhkan turun drastis. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pembudidaya tanaman bonsai di Bakalan Krapyak, Kaliwungu, Kudus, Fahrur Rozi (46 tahun).

Pandemi yang berlangsung hampir 2 tahun belakangan, membuat Fahrur yang juga merupakan ketua komunitas Belajar Bonsai Bersama (3B) di Kudus, pusing bukan kepalang. Lantaran minat pembelian bonsai turun hingga lebih dari 50 persen.

Fahrur Rozi (Ketua Komunita Belajar Bonsai Bersama) tengah menunjukkan tanaman bonsai jenis anting putri (foto:my)
“Kita penjualan secara online dan offline, tapi lebih cenderungnya kita offline. Penurunan penjualan selama pandemi bisa lebih dari 50 persen,” katanya.

Padahal sebelum pandemi, Fahrur mengaku bisa menjual bonsai miliknya hingga hampir seluruh penjuru Indonesia. Baik itu di pulau Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Aceh, hingga kepualauan timur.

“Kalau untuk harga bervariasi, dari ratusan ribu, jutaan, puluhan juta, hingga ratusan,” katanya.

Akan tetapi, karena kondisi pasar yang sepu permintaan, pihaknya pun saat ini cukup berfokus dahulu pada pembudidayaannya. Hal ini lantas tidak membuat hobi di dunia bonsai surut. Justru, Fahrur tengah mempersiapkan bonsai yang terbaik dengan kualitas dan konsep yang matang.

Menurutnya, untuk budidaya tanaman bonsai harus sabar dan tekun. Lantaran, apabila teruburu-buru dan tanaman bonsai menjadi belum cukup matang, maka akan ditaksir dengan harga yang murah di pasaran.

“Ada yang 5 tahun sudah matang, 10 tahun sampai 20 tahun juga ada tergantung jenis tanamannya dan bagaimana perawatannya,” terangnya.

Untuk bisa dikatakan tanaman bonsai yang matang, Kata Fahrur, ketika tanaman tersebut sudah bercabang dan memiliki anak cabang. Kemudian, tumbuh ranting, anak ranting, hingga muncul cucu ranting.

“Yang lagi trend sekarang ada bonsai anting putri, waru jepang, dan juga cemara,” tandasnya (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :