Terjerat Pidana 8 Tahun Penjara Bagi Cyber Crime

oleh
ISK-Kebutuhan akan teknologi Jaringan Komputer semakin meningkat. Selain sebagai media penyedia informasi, melalui Internet pula kegiatan komunitas komersial menjadi bagian terbesar, dan terpesat pertumbuhannya serta menembus berbagai batas negara. Bahkan melalui jaringan ini kegiatan pasar di dunia bisa diketahui selama 24 jam. Melalui dunia internet atau disebut juga cyberspace, apapun dapat dilakukan. Segi positif dari dunia maya ini tentu saja menambah trend perkembangan teknologi dunia dengan segala bentuk kreatifitas manusia. Namun dampak negatif pun tidak bisa dihindari. Tatkala pembobolan akses internet di Indonesia semakin mengkhawatirkan.
Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan “CyberCrime” atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus “CyberCrime” di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer.  Kanit Cybercrime Polda Jateng Kompol Sumartono,SH melalui Brigadir Febri menghimbau agar seluruh masyarakat lebih mengamankan data datanya dalam sebuah situs internet. ”Maka dari itu, tingkat kewaspadaan masyarakat harus semakin tinggi dan diperkuat keamanan situsnya,”Ungkapnya. 
Padahal bagi para kejahatan dunia maya (Cyber Crime) terjerat pasal   30 UU ITE tahun 2008 ayat 3 : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses computer dan/atau system elektronik dengan cara apapun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol system pengaman (cracking, hacking, illegal access). Ancaman pidana pasal 46 ayat 3 setiap orang yang memebuhi unsure sebagaimana dimaksud dalam pasal 30 ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

@Rya/Admin/John                       

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Keberkahan Gentong K. H. Thoriq Maslah