Terlalu, Bayi Baru Lahir Dibuang Ke Sungai

oleh

PATI, ISKNEWS.COM – Bayi berjenis kelamin laki-laki yang diperkirakan baru lahir, ditemukan warga Dukuh Sering, Desa Sumbersari Kecamatan Kayen Kabupaten Pati di pinggir sungai. Bayi malang tersebut ditemukan pada Minggu (11-08-2019) malam, sekitar pukul 21.30 wib.

Diperkirakan, bayi malang dengan panjang 33 cm dan berat badan 2,1 kilogram ini baru saja dilahirkan. Ketika ditemukan warga, bocah yang belum diketahui siapa orang tua yang tega membuangnya itu dibungkus menggunakan daster warna biru dan kaos.


Orok berjenis kelamin laki-laki yang dibuang orang tuanya ke sungai sempat mendapat perawatan warga sebelum dibawa ke RSU Kayen. (istimewa)

Penemuan bayi tersebut bermula dari warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi penemuan, mendengar suara tangisan. Karsiti (40) ditemani Safiun (47) mencari sumber suara tangisan bayi tersebut.

TRENDING :  Tiga Kali Berturut-turut, Pati Juarai MTQ Pelajar Jateng.

“Saya cari dari mana suara itu, dan ternyata ada bayi yang nyangkut di akar-akar pohon di sungai,” ujar Karsiti saat dimintai keterangan petugas kepolisian.

TRENDING :  Bulan Dana PMI Kudus Capai 1,098 Miliar, AKBP Saptono: Ini Berkat Sinergi Bersama

Masih penuturannya, saat ditemukan kondisi bocah ini dalam posisi tengkurap, sedangkan tubuhnya sudah membiru dan masih ada darahnya.

Deangan penemuan bayi tersebut, warga pun melaporkan kejadian itu ke polisi. Mengingat kondisi bayi masih hidup dan membutuhkan pertolongan dengan segera, petugas pun membawa ke rumah sakit Kayen.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Kayen AKP Tejo Pramono, membenarkan kejadian tersebut.

TRENDING :  TMMD Sengkuyung II di Klumpit Kudus Akan Betonisasi Jalan Sepanjang 508 Meter

“Perkiraan kami, pelaku membuang bayinya karena hasil hubungan diluar nikah. Kami sedang melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus tersebut,” terang Tejo.Sementara ini, bayi laki-laki yang ditemukan di pinggir kali Dukuh Sering Rt. 07 Rw. 04 Desa Sumbersari Kecamatan Kayen tersebut masih dalam perawatan intensif pihak rumah sakit. (IN)

KOMENTAR SEDULUR ISK :