Terlibat Penyalahgunaan Narkoba Satresnarkoba Polres Kudus Bekuk 15 Tersangka

oleh
Sejumlah tersangka penyalahgunaan narkoba saat diinterograsi oleh Kapolres Kuds AKBP Saptono (Foto" YM)

Kudus, isknews.com –Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) berhasil meringkus 15 orang tersangka pengguna narkotika jenis sabu, pil kuning, dan pil putih di wilayah hukum Polres Kudus.

Dari tangan para tersangka, berhasul di amankan sekitar 3 gram sabu, ratusan butir pil kuning dan pil putih. Itu merupakan ungkap Januari hingga Juni 2019. Yang berjumlah 13 kasus penyalahgunaan narkoba dan tiga kasus penyalahgunaan obat kesehatan.

Kapolres Kudus AKBP Saptono dalam jumpa pers yang digelar pagi tadi mengatakan, polisi telah melakukan 13 pengungkapan selama Januari hingga Juni 2019.

“Total ada 15 tersangka yang merupakan pengguna narkotika jenis sabu, pil kuning, dan pil putih,” kata Saptono, Kamis (20/06/2019).

TRENDING :  Polres Kudus Musnahkan Ratusan Knalpot Brong

Dia merincikan, dari 15 tersangka, delapan di antaranya merupakan warga Kudus, Demak, dan Jepara.

Masih menurut Kapolres, kasus penyalahgunaan narkotika pada tahun 2019 bisa dikatakan meningkat. Pasalnya, pada tahun 2018 kasus terungkap selama satu tahun hanya berjumlah 25 kasus.

Dari catatan polisi, barang haram itu masuk dari perbatasan. Seperti dari arah Jepara dan Semarang. Tidak heran jika Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan kota merupakan titik yang paling sering terjadi kasus pengungkapan narkoba.

Menurut dia, wilayah Kudus sendiri masih sebatas peredaran dan bukan merupakan daerah penyuplai. Biasanya, sasaran peredaran biasanya ditujukan pada remaja hingga dewasa. Dengan rentan usia 20 sampai 40 tahun.

TRENDING :  Lima Orang Pelaku Judi Togel Hongkong Diamankan Di Dua Tempat Berbeda

“Total barang bukti adalah 3 gram Sabu dan ratusan butir pil kuning dan putih,” kata Saptono.

Mustaqim (26) warga Desa Tunggul, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, seorang pengedar dan pemakai narkotika jenis pil kuning di hadapan polisi, menjelaskan, dia telah memakai pil kuning, sejak tiga bulan terakhir.

“Saya mendapatkannya dari Kalimantan, saya beli sebanyak 30 paket pil kuning. Dengan per paket 13 sampai 15 butir pil, dengan harga Rp 15 ribu. Pil saya edarkan di kalangan teman dekat dengn harga Rp 20 sampai Rp 25 ribu. Saya juga menggunakannya,” kata dia.

TRENDING :  Hanya Ditemui Satpam dan Staf Marketing Kuasa Hukum isknews.com Klarifikasi Kedatangan Sejumlah Satpam Ke Kantor Redaksi

Dia bersama 2 tersangka penyalahgunaan obat kesehatan lainnya dikenakan pasal 197 atau pasal 196 UU n 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Sedang 10 tersangka penyalahgunaan narkotika akan dikenakan pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 huruf a UURI no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Dia mengaku mengkonsumsi pil kuning satu hari sekali. Dengan efeknya, tubuhnya menjadi ringan dan tidak berat.

” Badan jadi enteng. Konsumsi sehari sekali,” tambahnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :