Tiap Jumat, Satpol PP Kudus Adakan Gerakan Membeli Dagangan PKL

oleh -670 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi salah satu sektor terdampak Covid-19. Apalagi sampai saat ini, Kabupaten Kudus masih melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level III. Imbauan untuk belanja di Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi para pegawai pun disampaikan Bupati Kudus Hartopo. Ternyata, kebijakan tersebut telah berlaku di Satpol PP Kudus yang selalu “memanggil” para PKL ke kantor. Seperti yang terlihat pada Jum’at, (6/8/2021).

Berbagai PKL mulai dari pedagang aneka bubur, gethuk, serabi kuah, lentog, gorengan, nasi bakar dan lain-lain berjajar rapi di kantor Satpol PP. Sementara itu para pegawai satu persatu “jajan” setelah berolahraga. Hartopo menyampaikan kegiatan tersebut sangat baik dilaksanakan terutama di era pandemi. Membeli produk para PKL dan pelaku usaha kecil dapat membantu mereka bertahan di masa pandemi yang sepi pelanggan. Pihaknya meminta gerakan ini dapat diikuti oleh pegawai di OPD lain sesuai imbauannya untuk membeli produk UMKM.
“Kegiatan membeli dagangan para PKL ini sangat bagus. Ini bisa menjadi contoh bagi para pegawai di OPD lainnya untuk mengikuti gerakan serupa. Seperti imbauan saya agar selalu membeli produk UMKM,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hartopo juga menyemangati agar Satpol PP tak lelah menjalankan tugasnya. Menurutnya, kasus Covid-19 di Kudus dapat melandai salah satunya berkat kerja keras Satpol PP. Selama ini, Hartopo melihat Satpol PP selalu melaksanakan operasi yustisi siang dan malam untuk mengingatkan masyarakat disiplin protokol kesehatan. Pihaknya pun menginstruksikan untuk menertibkan PKL yang tidak taat aturan secara humanis.
“Kerja keras Satpol PP ini luar biasa karena selalu melakukan operasi yustisi setiap hari. Angka Covid-19 dapat melandai pun salah satunya berkat beliau semua ini. Tetap semangat dan mohon untuk menertibkan PKL secara baik-baik dan humanis,” pesannya.

Pihaknya pun berpesan pada para PKL untuk tetap disiplin protokol kesehatan dan memberikan contoh yang baik kepada para pembeli. Sehingga, pedagang dapat mengingatkan para pembeli agar selalu taat protokol kesehatan. Hartopo pun menyampaikan empatinya kepada pedagang yang sepi pembeli. Pihaknya pun menyampaikan akan terus menerapkan kebijakan untuk membantu para PKL setelah sebelumnya mengimbau “Gerakan Belanja di UMKM”. Pedagang pun dapat mengikuti program dari Disnaker Perinkop UMKM Kudus yang memberikan tambahan modal kepada pelaku usaha yang tidak mampu dengan berbagai ketentuan. 
“Kami akan terus berupaya membantu UMKM bertahan di era pandemi. Bapak ibu pedagang juga dapat mengikuti program dari Disnaker untuk mendapatkan tambahan modal. Dengan catatan membentuk satu grup dari desa. Selanjutnya, nanti akan disurvei dari pihak dinas. Langsung ke kantor Disnaker saja untuk pengumuman lebih lanjut,” paparnya.

Sementara itu, pedagang gorengan dan teh, Dimas, menyampaikan omzetnya turun selama pandemi. Oleh karena itu, gerakan yang digagas bupati tersebut diharapkan dapat membantu para PKL memulihkan perekonomian.
“Selama pandemi ini dagangan sepi, dan yang terdampak tak cuma saya. Banyak pedagang lainnya. Semoga adanya Gerakan Belanja di UMKM, para pedagang kecil seperti saya ekonominya bisa pulih,” harapnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :