Kudus, isknews.com – Kisah dua talenta muda yang datang dari tempat yang jauh, La Ode Muhammad Ahsan Kamil dan Leona Afifa, terus berjuang untuk diterima dan bergabung menjadi bagian dari squad bulutangkis PB Djarum.
Dalam Audisi Umum PB Djarum 2024, keduanya menunjukkan tekad dan jiwa petarung demi meraih kesempatan emas sebagai atlet PB Djarum. Ahsan, asal Sorong, Papua Barat Daya, dan Leona, atlet berbakat berusia 12 tahun, menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kegagalan di audisi sebelumnya hingga cedera, namun tetap teguh mengejar impian mereka.
Audisi Umum PB Djarum yang diadakan setiap tahun selalu menjadi kesempatan emas bagi para atlet muda dari berbagai daerah untuk mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung menjadi atlet PB Djarum.
Ahsan, yang akrab disapa, sudah tiga kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum, pertama kali pada tahun 2021. Sayangnya, kala itu ia harus berhenti di tahap screening kedua. Pada kesempatan berikutnya di tahun 2022, ia berhasil melangkah lebih jauh hingga tahap turnamen pertama, namun masih belum meraih Super Tiket.
Meski dua kali gagal, Ahsan tidak menyerah. Tahun 2024 ini, ia kembali ke Kudus dengan tekad yang semakin kuat untuk lolos dan menjadi atlet PB Djarum.
Sosok Kevin Sanjaya menjadi inspirasi utama bagi Ahsan dalam mengejar impiannya. Kevin yang memulai kariernya sebagai atlet binaan PB Djarum dan kemudian menjadi juara dunia, mendorong Ahsan untuk terus berusaha.
“Saya ingin seperti Kevin Sanjaya. Dia memulai karier sebagai atlet PB Djarum dan akhirnya menjadi juara dunia. Itu juga yang memotivasi saya untuk bisa lolos ke tahap karantina dan menjadi bagian dari PB Djarum,” ungkap Ahsan usai bertanding di GOR Djarum Jati, Kudus, Jumat (13/09/2024).
Demi tampil maksimal di Audisi Umum 2024, Ahsan menjalani latihan intensif selama tiga bulan bersama PB Champion Kudus. Di bawah bimbingan pelatih Erick Eriawan, ia fokus pada latihan fisik dan teknik, meski harus berjauhan dari orang tua.
“Sudah tiga bulan saya di Kudus untuk latihan. Saya berharap bisa memperbaiki hasil dari dua tahun sebelumnya. Meski tanpa orang tua, saya tetap semangat karena mereka selalu mendukung saya. Sayangnya, saya kalah di 64 besar, tapi saya berharap bisa mendapatkan Super Tiket dari Tim Pencari Bakat,” ujarnya.
Tidak hanya Ahsan, Leona Afifa, peserta KU 12, juga menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Pada Audisi Umum PB Djarum 2022, Leona berhasil lolos hingga tahap karantina. Namun, kegagalan di tahap akhir tak membuatnya menyerah. Leona kembali mencoba audisi pada tahun 2023, tetapi harus menunda impiannya karena cedera lutut yang dialaminya beberapa bulan sebelum audisi.
Cedera tersebut membuat Leona absen dari Audisi Umum 2023. Kini, pada usianya yang menginjak 12 tahun, Leona menganggap Audisi Umum 2024 sebagai kesempatan terakhir untuk mewujudkan impiannya menjadi atlet PB Djarum.

“Cedera lutut itu memang mengecewakan karena saya tidak bisa ikut audisi tahun lalu. Tapi, di sisi lain, itu memberi saya waktu lebih banyak untuk mempersiapkan diri. Sekarang, ini adalah kesempatan terakhir saya, dan saya berharap bisa memanfaatkannya dengan baik,” ungkap Leona penuh harapan.
Leona yang berasal dari Yogyakarta ini menjalani latihan intensif selama setahun penuh untuk memulihkan kondisi fisiknya sekaligus meningkatkan keterampilannya. Ia berlatih di klub lokal dengan dukungan penuh dari keluarganya. Meski tekanan dan persaingan semakin ketat, Leona tetap optimis dapat memberikan penampilan terbaiknya dan menjadikan para juara PB Djarum sebagai inspirasinya.
“Melihat nama-nama besar seperti Kevin Sanjaya dan Mohammad Ahsan membuat saya semakin termotivasi. Mereka juga pernah di posisi saya, dan sekarang menjadi juara dunia. Itu yang terus membuat saya yakin untuk berusaha lebih keras,” tambah Leona.
Dengan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh Ahsan dan Leona, Audisi Umum PB Djarum 2024 bukan sekadar kompetisi biasa. Ini adalah ajang untuk membuktikan siapa yang memiliki jiwa petarung sejati. Meskipun keduanya menghadapi berbagai rintangan, tekad mereka untuk menjadi bagian dari PB Djarum tetap kokoh.
Bagi para peserta seperti Ahsan dan Leona, Audisi Umum ini bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga tentang perjuangan dan pembelajaran. Mereka menunjukkan bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari usaha yang lebih besar demi mewujudkan mimpi menjadi atlet PB Djarum. (YM/YM)








