Tim KKN 062 UIN Sunan Kudus Kunjungi Usaha Anyaman Limbah Tali Kapas yang Sukses

oleh -186 Dilihat

Kudus, isknews.com – Tim KKN 062 UIN Sunan Kudus melakukan kunjungan dengan Muji, pemilik usaha anyaman limbah pengikat tali kapas yang sukses mengangkat perekonomian warga sekitar. Usaha ini memanfaatkan limbah tali pengikat kapas atau strapping  dari pabrik tekstil di Jakarta dan sekitarnya untuk diolah menjadi produk anyaman bernilai jual tinggi seperti tombong (bojok), tempat sampah, dan aneka kerajinan lainnya, Selasa (12/08/2025).

Usaha yang berdiri sejak 2013 ini bermula dari kreativitas pribadi Muji yang ingin menjalankan bisnis mandiri tanpa terikat waktu kerja. Latar belakangnya sebagai mahasiswa Teknik Informatika tak menghalangi semangatnya dalam berwirausaha. “Modal awal hanya satu juta rupiah. Di sela-sela kuliah, saya mulai memasarkan hasil anyaman hingga akhirnya berkembang seperti sekarang,” ungkapnya.

Menariknya, ide anyaman tali kapas ini awalnya muncul dari desa Loram. Beberapa warga Sadang ikut bekerja di pengrajin Loram, namun terkendala pemasaran. Melihat peluang tersebut, Muji mengambil langkah berani dengan fokus pada strategi marketing. Hasilnya, pesanan terus mengalir bahkan hingga ke luar kota seperti Kalimantan, Jakarta, dan Bandung.

Setiap harinya, usaha ini mampu memproduksi hingga 40 unit anyaman per hari. Omzet usaha ini mencapai sekitar Rp2 miliar per bulan, sebuah pencapaian luar biasa yang juga membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. “Kunci usaha ini bukan hanya mencari laba, tetapi juga menolong tetangga kanan kiri dengan membuka lapangan pekerjaan,” jelas Muji.

Bahkan di masa pandemi COVID-19, usaha ini tidak pernah sepi pembeli. Dengan jaringan pasar seperti Pasar Kliwon, pabrik besar dan jalur distribusi yang luas, produk anyaman tetap laris manis. Meski media sosial belum menjadi fokus utama pemasaran karena sebagian besar pembeli merupakan pelanggan lama, usaha ini tetap eksis dan berkembang.

“Masih muda, terapkan sistem berkarya. Orang sukses adalah mereka yang pintar memanfaatkan kondisi lingkungan sekitar,” tutup Muji dengan pesan inspiratif.

Kunjungan KKN 062 UIN Sunan Kudus ini menjadi bukti bahwa inovasi dan keberanian memanfaatkan peluang dapat mengubah limbah menjadi sumber penghasilan yang besar sekaligus membawa berkah bagi masyarakat. (*)

KOMENTAR SEDULUR ISK :