Tim Robotik SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus Juara 1, Tiga Siswa Dapat Apresiasi Dirjen

oleh -61 Dilihat
Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal dan Informal Gogot Suharwoto melihat penerapan berpikir komputasional oleh murid SD_MI di Kabupaten Kudus. (Foto: istimewa)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Tim robotik SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus berhasil meraih juara pertama kategori Creative Robotics SD/MI dalam Festival Berpikir Komputasional 2026. Prestasi tersebut diraih melalui inovasi robot bernama LIFIBOT yang dikembangkan oleh tiga siswa, yakni Mohammad Afham Satriyosa atau Kak Io, M Axel Aydin Khalfany, dan Akmal.

Selain membawa pulang gelar juara, ketiga siswa tersebut juga mendapat apresiasi langsung dari Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto.

Tim Robotik SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus saat menerima hadiah usai berhasil meraih juara pertama dalam Festival Berpikir Komputasional 2026.

Orang tua Kak Io, Viena Widayani, mengatakan apresiasi diberikan setelah ketiga siswa mampu menjawab pertanyaan, mempresentasikan karya, serta memperagakan cara kerja LIFIBOT di hadapan Gogot.

“Yang menarik itu Pak Gogot memberikan uang Rp100 ribu kepada Io, Axel, dan Akmal. Hanya tiga anak dari Birrul yang ikut robotik dan mendapatkan apresiasi itu,” ujar Viena saat diwawancarai, Senin (21/9/2026).

Menurut Viena, ketiga siswa dapat menjelaskan robot yang mereka buat dengan cukup baik ketika mendapat kesempatan bertemu dengan Gogot. Mereka juga menunjukkan secara langsung bagaimana LIFIBOT bekerja.

LIFIBOT merupakan singkatan dari Literasi Fisik Interaktif Robot. Inovasi tersebut menggabungkan teknologi robotik dengan aktivitas literasi fisik secara interaktif. Dalam perlombaan, peserta tidak hanya dituntut menghasilkan robot, tetapi juga memahami karya dan mampu menjelaskannya melalui presentasi.

Tim robotik SD Muhammadiyah Birrul Walidain mendapat pendampingan dari Marhendhra Lucyana dan Ridwan Samsu dari Rumah Coding. Viena berharap pencapaian tersebut dapat menjadi kebanggaan bagi sekolah, para pembimbing, maupun teman-teman yang turut mendukung proses latihan.

Bagi Kak Io sendiri, keberhasilan tersebut memiliki makna tersendiri. Viena menuturkan, sebelumnya putranya sering mengalami rasa cemas ketika akan mengikuti perlombaan. Kondisi tersebut bahkan sempat membuat Kak Io enggan kembali mengikuti kompetisi.

“Bukan hanya juara lomba, dia juga juara karena bisa mengontrol kecemasannya, percaya diri dan optimis. Dia bahagia sekali ikut lomba ini,” ungkapnya.

Pengalaman di Festival Berpikir Komputasional 2026 perlahan membuat Kak Io kembali tertarik mengikuti kompetisi. Setelah perlombaan, ia bahkan menyampaikan keinginannya kepada sang ibu untuk mencoba kembali mengikuti lomba IPA seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.

Viena menilai perubahan tersebut menjadi salah satu hal penting dari pengalaman mengikuti festival. Menurutnya, dukungan sekolah, pelatih, serta dua rekan satu tim turut membantu Kak Io tampil lebih percaya diri.

Menurut Viena, Kepala SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, Jamaluddin Kamal, juga memberikan pesan kepada para siswa agar tetap rendah hati setelah meraih prestasi. Semangat untuk terus belajar dan optimistis juga diharapkan tetap dijaga.

Festival Berpikir Komputasional 2026 tidak hanya mempertandingkan kategori robotik. Sejumlah permainan dan tantangan turut digelar untuk mengasah kemampuan berpikir logis sekaligus aktivitas fisik, seperti Lompat Navigasi Programmer Cilik, Olahraga Komputasional, Zig-zag Sortir Koin, Jejak Lincah Batang dan Daun, Jump and Toss Block Coding, serta Balance Turtle Block Coding.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kemampuan berpikir komputasional pada anak. Program penguatan computational thinking di Kudus telah berjalan sejak 2023 melalui pelatihan dan pendampingan guru yang diinisiasi Djarum Foundation.

Dalam pelaksanaannya, konsep tersebut dikembangkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang disesuaikan dengan usia siswa. Kemampuan yang dilatih antara lain berpikir logis, mengenali pola, mengurai persoalan, hingga menyusun langkah penyelesaian secara sistematis.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan Festival Berpikir Komputasional sejalan dengan penguatan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), literasi, numerasi, serta STEM.

Menurutnya, pengalaman yang telah dikembangkan di Kudus dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengembangkan pembelajaran berpikir komputasional sejak pendidikan dasar.

Selain prestasi robotik, SD Muhammadiyah Birrul Walidain juga memperoleh penghargaan Gold Participant dalam kategori Sekolah Berprogress serta Juara 1 Robotik Kreatif Batch 2.

Sejumlah sekolah lainnya turut memperoleh penghargaan. SD 1 Barongan meraih Juara 1 Kenaikan Bebras Task Guru sekaligus Gugus Tugas Terbaik. Sementara SD 1 Jati Kulon menjadi Juara 1 Kenaikan Bebras Task Murid dan MI NU Tarbiyatul Islam meraih Juara 1 Kenaikan Bebras Task Guru.

Festival Berpikir Komputasional 2026 juga memberikan ruang kompetisi pada kategori Story Telling Scratch, Animasi Scratch, Soal Bebras, Robotik Kreatif, serta sejumlah permainan unplugged. Beragam kategori tersebut dirancang untuk memperkenalkan cara berpikir sistematis dan pemecahan masalah kepada peserta melalui kegiatan yang interaktif.

Bagi Kak Io, Axel, dan Akmal, kemenangan dalam kategori robotik sekaligus menjadi pengalaman untuk berani tampil, menjelaskan karya, dan menunjukkan kemampuan mereka di hadapan orang lain. (AS/YM)