Tingkatkan Kualitas, 120 Guru di Kudus Ikuti Pelatihan Pembelajaran Guru Abad 21

oleh
Bupati Tamzil saat memberikan sambutan usai membuka seminar dan pelatihan pembelajaran guru abad 21. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Sebanyak 120 Guru di Kabupaten Kudus perwakilan dari tingkat TK, PAUD, SD, SMP, SMA mengikuti Seminar Pelatihan Pembelajaran Guru Abad 21 di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG) Mlatinorowito Gang 6, Selasa (12/2/2019).

PBG sendiri mempunyai 64 Guru inti, dan 10 diantaranya sebagai pengelola. Narasumber dalam seminar merupakan guru inti.

Imam Santoso, Pengelola PBG Kudus mengatakan bahwa tujuan diadakan Seminar dan pembelajaran guru di PBG adalah memberikan pendampingan kurikulum yang ada. “Kurtilas atau K13 sudah bagus sekali,  namun implementasi di lapangan tidak sesuai yang kita harapkan,” kata Imam Santosa.

Oleh karena itu, PBG diharapkan bisa menjembatani atau membantu pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa. “Nantinya yang diajarkan di PBG dengan media pembelajaran teknologi OHP (Overhead Projector) 4.0, 5.0, disesuaikan era sekarang,” ujarnya.

TRENDING :  Waspada Terhadap Hati dan Daging Sapi yang Mengandung Cacing Pita
Bupati Tamzil foto bersama dengan Guru inti Pusat Belajar Guru (PBG) usai membuka Seminar Pelatihan Pembelajaran Guru Abad 21 di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG) Mlatinorowito Gang 6, Selasa (12/2/2019).

Peserta pelatihan dibimbing oleh Guru inti. Imam mengatakan, Guru Inti menyampaikan materi yang bisa merangsang peserta pelatihan. Sehingga nantinya tidak hanya guru saja yang bisa, namun siswanya dituntut untuk bisa materi tersebut.

Lebih lanjut, di PBG guru-guru diharapkan bisa membuat buku, nantinya akan difasilitasi jurnal yang sesuai ISBN atau Internasional Standard Book Number. “Pelatihan gelombang pertama sudah berjalan, dan gelombang kedua rencananya bulan maret 2019,” imbuhnya.

Selain Buku, nantinya pembelajaran juga diajarkan dalam bentuk film. Film bermuatan edukasi itu diharapkan bisa mengubah Mindset atau pola pikir. “Jadi, kami menargetkan untuk Guru di Kabupaten Kudus harus minimal 1 kali mengikuti pelatihan di PBG,” harapnya.

TRENDING :  Pantura Yang Abadi Dengan Proyek Perbaikan Jalan

Bupati Kudus saat membuka kegiatan tersebut sangat mengapresiasi, terlebih PBG memang diperuntukan bagi guru yang tidak hanya PNS. Ia sangat menginginkan juga guru-guru Madin maupun diakonia diikutkan. “Sesuai visi misi Kudus Modern Religius dan Sejahtera,” ungkapnya dihadapan peserta.

Lebih lanjut, Guru dituntut inovatif, kreatif dalam menghadapi era milenial. Tantangan tersebut diharapkan bisa dijawab melalui pendidikan dan seminar pelatihan pembelajaran guru Abad 21 kali ini.

Sementara itu, Aulia Widjiasih Rekso Atmojo dari Dikdasmen Kemendikbud Bagian Penjaminan Mutu mengungkapan perihal Pusat Belajar Guru (PBG) di Kudus. Diakuinya keberadaan PGB tidak banyak di daerah – daerah, “Jarang sekali setiap daerah mempunyai pusat belajar guru, meskipun ada biasanya ada campur tangan dari pihak swasta,” ujarnya.

TRENDING :  Saka Kalpataru Kudus Belajar Bank Sampah ke Karang Taruna Tunjung Seto

Ia mengharapkan kepada guru (pendidik) untuk melek pengetahuan. Pembelajarannya kolaboratif, maksudnya tidak hanya menguasai materi pembelajaran satu disiplin ilmu, namun guru harus mengetahui beberapa disiplin ilmu lain dan berwawasan luas.

Diakuinya jika murid zaman sekarang lebih kritis dibanding dulu, jadi guru dituntut berpengetahuan luas.

Beragam isu-isu hangat dan kekinian yang isinya mendukung teks dan literasi, lanjutnya, guru harus mengetahui itu semua. “Maka saya berharap guru-guru utamanya di Kudus untuk memanfaatkan betul fasilitas PBG yang telah ada ini, lengkap dengan sarana dan prasarana,” ujar Aulia Widjiasih. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :