Tingkatkan Kualitas Lulusan, SMK Assa’idiyah Kudus MoU Dengan PT. Sinergi Multi Cipta

oleh

Kudus, isknews.com – SMK Assa’idiyah yang terletak di Desa Kirig Kecamatan Mejobo Kudus dipercaya oleh Ditjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menjadi SMK Center of Excellence (CoE).

Dalam rangka untuk wewujudkan program-program sebagai SMK CoE, baru-baru ini SMK Assa’idiyah Kudus menggandeng PT. Sinergi Multi Cipta dan IKITAS Semarang. Perusahaan yang bergerak di bidang Software Development, Multimedia, Telekomunikasi dan Jasa Konsultan itu bersama-sama mengembangkan kelas industri guna menyiapkan generasi unggul siap kerja baik didalam negeri maupun luar negeri.

Penandatanganan kerjasama Nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dilaksanakan antara pihak pertama oleh SMK Assa’idiyah Kudus, Ali Shodiqin, selaku Kepala Sekolah.

Sedangkan untuk pihak kedua adalah Mustafa dari PT. Sinergi Multi Cipta dan IKITAS Semarang. Disaksikan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Sunoto, Pengawas SMK dan Yayasan Assa’idiyah Tutik Nuryati.

Pelaksanaan MoU dilaksanakan bersamaan acara workshop dan sosialisasi penyusunan dokumen pembelajaran SMK CoE sektor ekonomi kreatif kompetensi keahlian rekayasa perangkat lunak (RPL), Kamis (15/10/2020).

Kepsek SMK Assa’idiyah Kudus, H. Ali Shodiqin, mengatakan, Dengan penandatanganan MoU, kelas industri programmer kali ini secara otomatis ada penyelarasan kurikulum Kompetensi yang disesuaikan sehingga siswa benar-benar mengarah kepada budaya kerja industri agar lulusan dapat langsung terserap sesuai yang diharapkan.

Untuk lebih mendalami kerja sama tersebut, lanjutnya, guru yang mengajar juga melaksanakan magang guru di perusahaan, dilanjutkan dengan Magang Siswa, dengan demikian baik Perusahaan, Guru dan juga siswa memiliki sinergi yang saling berkaitan satu sama lain. “Semoga dengan kelas Industri ini, diharapkan dapat menciptakan lulusan yang lebih berkualitas, terdepan, kreatif dan yang dapat diterima di industri sesuai kompetensi,” harapnya.

Saat ini peserta didik SMK Assa’idiyah Kudus total berjumlah 787 siswa, terbagi dari 4 jurusan 1.TKJ (Teknik Komputer Jaringan), 2. RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), 3. PS (Perbankan Syariah) 4. ATPH (Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura). Khusus untuk kelas RPL berjumlah 113 siswa.

Ketua yayasan Assa’idiyah Al Qudsy KH. Abdul Khalim menilai memang harus ada sinkronisasi antara kurikulum dengan praktik kerja industri. “Dengan adanya jalinan kerja sama antara dunia usaha atau industri dengan SMK-SMK telah membantu menyelesaikan masalah ketenagakerjaan. Dunia usaha bisa memanfaatkan tenaga kerja dengan dari alumni SMK,” terangnya.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jateng, Sunoto mengapresiasi SMK Assa’idiyah Kudus yang telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak luar, dalam hal ini dengan PT. Sinergi Multi Cipta dan IKITAS Semarang.

Dengan jalinan kerja sama yang telah dituangkan dalam MoU antara sekolah dengan dunia usaha, semoga menjadikan semakin kuat dan erat.

Dalam kerja sama menjadikan sekolah telah membangun relasi sekaligus jaringan dengan dunia swasta maupun industri. Sebab, dalam penyelenggaraan pendidikan SMK memerlukan praktik kerja industri. Selama beberapa bulan siswa mengikuti praktik kerja industri di beberapa perusahaan swasta.

“Praktik kerja industri mendukung kompetensi lulusan SMK,” tandasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :