Tinjau Lokasi Tanggul Jebol dan Longsor, Plt. Bupati Apresiasi Kesiapsiagaan Warga

oleh

Kudus, isknews.com – Curah hujan tinggi, tanggul timur jembatan tiga Desa Kesambi jebol, pada Minggu (12/1) dini hari. Akibat kejadian tersebut, puluhan rumah terendam banjir. Plt. Bupati Kudus HM Hartopo didampingi Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi, Dandim 0722/Kudus Letkol Arm.Irwansyah, Camat Mejobo dan kepala OPD terkait kabupaten Kudus melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor, Senin (13/1).

Dari beberapa daerah yang berdampak akibat bencana, rombongan memulai peninjauanya di Desa Kesambi. Jebolnya tanggul mngakibatkan lumpuhnya aktifitas warga. HM Hartopo memastikan kondusifitas daerah sekitar pasca terjadinya bencana. Pihaknya mengapresiasi kesigapan masyarakat menangani tanggul jebol. Menurut informasi, warga bergotong royong memperbaiki tanggul dengan material seadanya. “Kami sangat mengapresiasi kerjasama masyarakat mengantisipasi jebolnya tanggul. Saya harap relawan dan pemerintah setempat selalu siap membantu warga,” ucapnya.

TRENDING :  Pemkab Kudus Gandeng UNDIP Wujudkan Impian Peternak Kalkun Kudus

Plt. Bupati Kudus datang bersama alat berat untuk memperbaiki tanggul dan bantuan untuk para korban bencana. “Banjir di Mejobo sebagian besar telah surut. Kami dari pemerintah telah berikan bantuan untuk meringankan beban warga,” ujar HM Hartopo di sela-sela peninjauan tanggul jebol.

TRENDING :  BHRD Bersama Kudus Astronomi Club Gelar Rukyat Hilal

Usai mengunjungi korban di Desa Kesambi, rombongan Plt Bupati melanjutkan peninjauanya ke Desa Rahtawu Kec Gebog yang terjadi musibah longsor beberapa waktu yang lalu. Dalam kejadian tersebut, material longsoran yang jatuh mengakibatkan beberapa kerugian material, diantaranya rubuhnya rumah warga. HM Hartopo berpesan kepada masyarakat agar menjauhi tanah labil, karena berpotensi menyebabkan longsor. “Masyarakat harus berhati-hati dalam melakukan aktivitas. Hindari berada di daerah sekitar tebing yang tanahnya labil. Tanah bisa sewaktu-waktu longsor karena curah hujan masih tinggi,” pesannya.

TRENDING :  Tunggu Aturan Kemenkeu RI, OPD Tak Berani Gunakan DBHCHT

Mengantisipasi bencana alam yang mungkin masih bisa terjadi, HM Hartopo mengajak seluruh masyarakat, pemerintah desa setempat, dan relawan selalu siap. Pihaknya juga akan memantau dan turun langsung saat dibutuhkan. Koordinasi dan komunikasi menjadi unsur penting agar antisipasi bencana bisa cepat tertangani. “Mari kita selalu bersiap untuk segala kemungkinan. Apalagi, cuaca buruk masih akan terjadi beberapa waktu kedepan. Terus jaga komunikasi dan koordinasi agar bencana cepat ditangani,” tegasnya. (FA/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :