Tinjau PTM, Hartopo Ajak Guru Proaktif Beri Informasi Seputar Covid-19 dan Penanganannya

oleh -395 kali dibaca
n Bupati Kudus Hartopo kala melakukan peninjauan di SMP 2 Kudus, Rabu (1/9/2021).

Kudus, isknews.com – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas telah dilaksanakan di berbagai sekolah. Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci agar PTM dapat berjalan dengan lancar. Seluruh elemen mulai dari guru, siswa, dan wali murid diminta untuk disiplin protokol kesehatan. Hal tersebut diungkapkan Bupati Kudus Hartopo kala melakukan peninjauan di SMP 2 Kudus, Rabu (1/9/2021).

Para guru diminta proaktif dalam memberikan informasi seputar Covid-19 dan penanganannya. Pihaknya pun mendorong agar para guru menjelaskan penanganan Covid-19 di kelas-kelas sebelum pelajaran dimulai pada pagi hari. Selain sebagai pengingat siswa, penjelasan tersebut diharapkan bisa menumbuhkan rasa kepedulian siswa untuk terus menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada. 

“Kalau bisa ada waktu satu sampai dua menit ada penjelasan terkait Covid-19 di kelas-kelas,” ujarnya.

Tak hanya itu, Hartopo juga mengajak guru untuk melakukan protokol kesehatan ganda, yakni memakai face shield dan masker. Penggunaan tersebut untuk menghindari resiko penularan Covid-19 melalui droplet terlebih saat di ruang guru. Saat makan atau minum, para guru diminta untuk tetap menggunakan face shield agar tetap aman dan tak memunculkan potensi penularan Virus Corona.

“Mohon untuk melaksanakan protokol kesehatan secara dobel. Kalau mau makan dan minum tetap pakai face shield ya,” ucapnya.

Pihaknya juga menyapa para murid yang sedang melaksanakan PTM terbatas. Hartopo berpesan agar para murid selalu menjaga agar tetap tertib protokol kesehatan dimanapun berada. Lebih baik lagi, apabila para murid dapat menjadi agen protokol kesehatan di lingkungannya masing-masing.

“Harus tetap jaga protokol kesehatan ya saat di luar sekolah. Bagus lagi kalau bisa jadi agen protokol kesehatan. Misal mau beli jajam ke warung yang penjualnya tak pakai masker ya sudah pindah warung,” paparnya.

Hartopo pun mengingatkan bahwa vaksinasi tidak 100 persen melindungi badan dari Covid-19. Pihaknya menyebut vaksinasi hanya untuk meningkatkan sistem imun badan agar lebih kebal. Oleh karena itu, Hartopo berpesan agar setelah divaksin tidak boleh abai terhadap protokol kesehatan. 

“Kalau sudah divaksin, tidak boleh langsung lepas masker pas keluar rumah dan merasa tidak akan tertular Covid-19. Karena vaksin hanya untuk meningkatkan sistem imun,” jelasnya.

Salah satu murid yang ditanya Hartopo terkait Covid-19, Anggun, kelas 9G mengaku siap melaksanakan protokol kesehatan. Dirinya pun sudah dibekali sekolah terkait informasi Covid-19 sehingga lebih paham penanganannya. 

“Covid-19 dapat menular lewat droplet jadi memang harus disiplin protokol kesehatan dimanapun berada,” katanya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :