Tinjau Simulasi PTM, Hartopo Ingatkan SOP Protokol Kesehatan

oleh -475 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus Hartopo meminta sekolah-sekolah yang melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait protokol kesehatan. SOP tersebut kemudian disosialisasikan kepada seluruh lingkungan untuk diterapkan sehari-hari.

“Saya minta agar sekolah menempatkan Satgas Covid-19 di pintu gerbang sekolah dan di dalam sekolah. Para guru pun diminta proaktif menjadi satgas Covid-19 di dalam kelas,” jelasnya saat ditemui isknews.com di SD 1 Jepang Mejobo Kudus, Jumat (27/8/2021).

Selama simulasi, para siswa telah melaksanakan protokol kesehatan. Baik memakai masker dan face shield, mencuci tangan pakai sabun sebelum masuk sekolah, maupun mengecek suhu. Setiap kelas pun hanya diisi 12 sampai dengan 16 siswa dengan jarak yang telah diatur sedemikian rupa. Para siswa pun telah mempunyai handsanitizer. 

Hartopo mengapresiasi kedisiplinan siswa. Dalam kesempatan tersebut, Hartopo menyerahkan masker kepada para siswa. Pihaknya berpesan agar para siswa terus menerapkan protokol kesehatan di manapun berada dan tidak singgah dulu ketika pulang sekolah.

“Semuanya sudah disiplin protokol kesehatan. Itu terus dilaksanakan dimanapun berada. Kalau pulang ke rumah langsung pulang. Tidak usah mampir kemana-mana,” ucapnya.

Diketahui, Kabupaten Kudus telah masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 atau zona kuning. Persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pun digelar dengan melaksanakan simulasi di beberapa sekolah.

Bupati Kudus Hartopo hari ini, Jumat (27/8/2021) meninjau langsung simulasi tersebut di SD 1 Jepang, SMP 4 Kudus, dan SMP 2 Mejobo. Pihaknya pun menerangkan siap melaksanakan PTM terbatas minggu depan.

Terkait PTM, Hartopo menyampaikan akan melakukan evaluasi berkala. Hal tersebut untuk memastikan PTM berjalan sukses. Dari evaluasi tersebut, dapat dilihat apakah ada kenaikan kasus Covid-19 atau tidak. Jika terjadi, maka akan ada respon lebih lanjut untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19. 

“Minggu depan bisa dilaksanakan PTM sangat terbatas. Kami akan mengevaluasi pelaksanaan PTM secara berkala agar kasus Covid-19 terpantau. Kami tak mau kecolongan lagi,” paparnya.  (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :