Kudus, isknews.com – “TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tapi simbol kebersamaan dan gotong-royong antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih maju dan sejahtera,” demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, Revlisianto Subekti, saat membacakan amanat Bupati Kudus dalam Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 Tahun Anggaran 2025 di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Rabu pagi (23/7/2025).
Upacara pembukaan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut diikuti sekitar 330 peserta dari unsur TNI, Polri, OPD, tokoh masyarakat, ormas, pelajar, dan warga setempat.
Kegiatan ini menandai dimulainya pelaksanaan TMMD di empat desa sasaran: Wates, Sadang, Kandangmas, dan Getasrabi.
Dalam amanatnya, Sekda menyampaikan bahwa program TMMD adalah bentuk nyata komitmen TNI dalam membantu percepatan pembangunan di daerah, serta berperan penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal.
Upacara ini dipimpin oleh Sekda Revlisianto Subekti sebagai Inspektur Upacara, dengan Komandan Upacara Kapten Inf Hendrik dan Perwira Upacara Kapten Cba Indro Wharman. Berbagai elemen masyarakat turut hadir, termasuk Danrem 073/Makutarama Kolonel Inf Ari Prasetya, Ketua DPRD Kudus Masan, Forkopimda, OPD Kudus, anggota DPRD, perwakilan perusahaan, hingga organisasi kemasyarakatan dan pelajar.
Komandan Kodim 0722/Kudus, Letkol Inf Hermawan Setya Budi, menjelaskan bahwa TMMD Reguler ke-125 ini menyasar kegiatan fisik hingga nonfisik, yang dirancang secara terpadu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Sasaran fisik mencakup betonisasi jalan sepanjang 1.250 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 0,15 meter.
“Selain itu juga dibangun jembatan sepanjang 12 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 6 meter. Kemudian rehab rumah tidak layak huni sebanyak enam unit, pembuatan sumur bor di enam titik, rehab tempat ibadah sebanyak empat unit, serta pembangunan jamban keluarga sebanyak 20 unit,” ungkap Letkol Hermawan.
Adapun sasaran nonfisik meliputi berbagai bentuk edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Di antaranya penyuluhan bela negara, radikalisme dan terorisme, pencegahan stunting, narkoba, KB, pemberdayaan UMKM, pertanian, dan pelatihan keterampilan.
“Kegiatan nonfisik ini penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat, meningkatkan wawasan kebangsaan, serta memberdayakan potensi lokal yang ada di desa,” terangnya.
Ia juga menjelaskan bahwa TMMD Reguler ke-125 ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas instansi dan sumber pendanaan yang terdiri dari anggaran TNI AD sebesar Rp 338,30 juta, APBD Provinsi Rp 236,17 juta, dan APBD Kabupaten Kudus sebesar Rp 1,03 miliar.
“Total keseluruhan anggaran kegiatan ini mencapai Rp 1,60 miliar. Semua itu dimanfaatkan untuk kegiatan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” jelasnya.
Letkol Hermawan juga menambahkan, program TMMD turut memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan lahan desa sebagai role model terpadu antara peternakan, perikanan, dan pertanian. Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang, termasuk dalam upaya pencegahan stunting di wilayah pedesaan.
“TMMD ini adalah bukti nyata kolaborasi dan kerja bersama untuk rakyat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi demi kelancaran kegiatan ini,” pungkasnya. (YM/YM)







