Kudus, isknews.com – Sebuah toko penjual sepeda dan suku cadangnnya di kawasan alun alun simpang 7 Kudus Sri Jaya semalal dibobol maling, sejumlah uang setoran yang masih tersimpan dilaci toko berhasil digondol kawanan maling yang diduga masuk melalui atap, Kamis (27/10/2022).
Toko sepeda Sri Jaya terletak tepat di sebelah selatan alun alun Simpang Tujuh Kudus diduga disatroni kawanan maling yang beraksi pada dini hari dengan memanjat melalui atap toko, menjebolnya lalu merangsek menggasak sejumlah uang di toko sepeda yang sudah berdiri lama di Kudus.
Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polres Kudus yang datang dilokasi segera memasang garis polisi dan melakukan olah TKP kejadian. Dari hasil olah TKP tim inafis berhasil amankan sejumlah barang untuk pengembangan penyelidikan diantaranya yakni berhasil mengamankan buff masker dan gunting milik pelaku.
Kanit reskrim Polsek Kota, Iptu Nadi menuturkan, toko Sri Jaya tersebut milik suwedijono, kejadian diketahui pemilik saat membuka toko pada pagi sekira pukul 8.30.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pembobolan sebuah toko sepeda di Alun-alun Kudus yang terekam kamera pemantau atau CCTV (closed circuit television),
Menurut Kanit Reskrim Polsek Kota Polres Kudus Iptu Nardi di Kudus, kasus pembobolan toko sepeda Srijaya milik Soedijono tersebut diperkirakan terjadi malam atau dini hari, karena berdasarkan keterangan pemilik toko diketahui tokonya dibobol pencuri baru Kamis ini (27/10) ketika membuka toko pada pukul 08.30 WIB.
“Untuk masuk ke toko, dimungkinkan pelaku membobol atap karena terdapat atap yang berlubang. Sebelumnya juga pernah ada kasus pembobolan dengan cara masuk melalui atap bangunan di salah satu toko sepatu,” kata dia.
Diketahui kasus pencurian ini terjadi pada malam hari, bertepatan dengan acara pameran di Alun-alun Kudus yang memang sedang ramai pengunjung.
“Mudah-mudahan segera terungkap,” ujarnya.
Untuk melacak pelaku, Tim INAFIS Polres Kudus juga memeriksa bekas sidik jari pelaku pencurian, termasuk mendalami rekaman yang terekam kamera CCTV yang terpasang di toko.
Sementara untuk nilai kerugian, kata dia, belum bisa dipastikan karena masih dalam pendataan, baik jumlah uangnya maupun barang berharga yang dimungkinkan dicuri.
Son Haji, salah satu karyawan menambahkan pencuri juga mengacak-acak etalase tempat menyimpan onderdil sepeda, termasuk laci tempat penyimpanan uang milik majikannya.
Rekaman cctv toko masih didalami tim reskrim polsek kota, pihaknya belum bisa memastikan jumlah pelaku.
Semetara untuk kerugian masih dilakukan perhitungan pemilik toko, namun sejumlah sumber menyebut hingga total 100 juta rupiah dengan 30 juta rupiah yang berada didalam tas yang ditaruh di laci raib digondol maling. (YM/YM)









