Tokoh Ansor Kudus Ajak Banser Kembali ke Jati Diri: Berani, Solid, dan Responsif

oleh -9 Dilihat
Tokoh lintas generasi GP Ansor Kudus bersatu dalam satu bingkai, meneguhkan komitmen untuk menguatkan Banser yang berani, solid, dan responsif. Momentum kebersamaan ini menjadi simbol semangat kebangkitan kader dalam menjaga nilai, merawat persatuan, dan mengabdi untuk umat serta bangsa.

Kudus, isknews.com – Sejumlah tokoh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kudus mengajak kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk kembali pada jati diri sebagai pasukan yang berani, solid, dan responsif dalam menjawab tantangan zaman. Ajakan tersebut mengemuka dalam sarasehan bertajuk “Tekad Kader Banser Masa Kini” yang digelar di Joglo Sahabat Akhwan, Sabtu malam (2/5/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari puncak peringatan Harlah ke-92 GP Ansor ini dihadiri berbagai tokoh lintas generasi Ansor dan Banser. Hadir dalam forum tersebut di antaranya Akhwan Sukandar, Sarmanto Hasyim, Dasa Susila, Wawan Awaludin, Moh Afifudin, Arif Mustain, Noor Yanto, H. Muhtamat, serta perwakilan Satkornas Banser Isa Abdillah. Turut serta Ketua Tanfidziyah PCNU Kudus K.H. Asyrofi Masytho, jajaran PAC GP Ansor se-Kabupaten Kudus, kepala Satkoryon Banser, hingga para kader dari berbagai wilayah.

Dalam forum yang berlangsung hangat tersebut, Akhwan Sukandar menekankan pentingnya mengembalikan karakter dasar Banser sebagai garda terdepan dalam menjaga ulama, agama, dan negara. Ia mengingatkan bahwa sejarah mencatat peran besar Banser dalam menghadapi berbagai ancaman, sehingga semangat keberanian itu tidak boleh luntur.

Menurutnya, kondisi saat ini perlu menjadi bahan refleksi bersama. Ia menilai ada kecenderungan menurunnya keberanian dan ketanggapan kader dalam beberapa momentum. Karena itu, ia mendorong Banser agar kembali memperkuat mental, meningkatkan kesiapsiagaan, dan hadir nyata di tengah masyarakat.

Senada dengan itu, Sarmanto Hasyim mengingatkan bahwa Banser harus tetap berpijak pada nilai dasar perjuangan amar ma’ruf nahi munkar. Ia menyebut nilai tersebut sebagai ruh gerakan yang harus terus dijaga dalam setiap aktivitas kader.

Sementara itu, Dasa Susila mengajak kader untuk tidak menunggu hal besar untuk berkontribusi. Ia menekankan bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pandangan lain disampaikan Wawan Awaludin yang menyoroti pentingnya pembenahan internal organisasi. Ia menilai sarasehan ini menjadi ruang evaluasi agar Banser dapat bangkit dan kembali menunjukkan eksistensinya secara lebih kuat.

Moh Afifudin juga menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dalam satu komando. Ia mengingatkan bahwa Banser merupakan satu barisan yang harus bergerak selaras dengan arahan pimpinan, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Ketua PC GP Ansor Kudus, Arif Mustain, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Banser merupakan kekuatan inti dalam tubuh Ansor. Ia mengajak seluruh kader untuk bangga terhadap almamater dan terus mengabdikan diri sebagai pelayan umat.

Noor Yanto turut mengingatkan pentingnya meneladani semangat generasi terdahulu. Ia menyebut bahwa keberanian dan keteguhan para senior harus menjadi inspirasi bagi kader masa kini dalam menjalankan peran organisasi.

Dalam tausiyahnya, K.H. Asyrofi Masytho menegaskan bahwa Ansor dan Banser memiliki posisi strategis dalam perjalanan Nahdlatul Ulama ke depan. Ia menyebut kualitas kader saat ini akan sangat menentukan arah dan kekuatan organisasi di masa mendatang.

Sarasehan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan sekaligus reflektif. Diskusi yang berkembang tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga menumbuhkan semangat baru bagi para kader untuk terus berbenah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Banser Kudus semakin solid, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Momentum Harlah ke-92 GP Ansor pun menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi terletak pada komitmen kader dalam menjaga nilai, memperkuat barisan, serta hadir sebagai pelayan umat dan penjaga keutuhan bangsa. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :