Touring Jalur Emas PUSAKA Kudus, Angkat UMKM dan Promosikan Pariwisata

oleh -579 kali dibaca
Ketua PUSAKA Kudus sekaligus pemilik Home Industri Labu Jipang, Rubiyanti sedang memperkenalkan manisan sayur olahan labu jipang. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Untuk lebih mengenalkan kekayaan potensi lokal produk UMKM dan Pariwisata di Kabupaten Kudus, Penggiat Usaha Satuan Karya Nusantara (PUSAKA) Kabupaten Kudus mengadakan touring jalur emas dengan menjelajahi desa menggunakan sepeda motor bersama, Sabtu (13/3/2021).

Ketua PUSAKA Kudus, Rubiyanti mengatakan, selain melewati jalan umum, jalur emas kali ini melewati jalan pegunungan yang medannya naik turun. kegiatan yang diikuti puluhan peserta itu disambut antusias dan tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19.

“Sengaja kita memilih naik sepeda motor bersama yang dikemas ala Touring. Hal itu sebagai upaya untuk mendekatkan antar personal pelaku UMKM dan sekaligus mengenalkan wisata kearifan lokal yang ada di Kudus,” jelas Yanti sapaan akrab pemilik UMKM ULIQ olahan labu jipang itu.

Jalur emas kali ini, kata Yanti, mengambil start di Pemerahan Susu Moeria di Jl. Pemuda. Disana para peserta touring bisa menikmati segar dan lezatnya susu moeria yang sudah ada sejak 83 tahun lalu. Selain itu, Galeri Susu Moeria siap memanjakan para pemburu oleh-oleh.

Pojok kreatif UMKM ULIQ Desa Pedawang jadi rute kedua perjalanan kali ini. Disana peserta bisa melihat hasil olahan labu jipang yang dikemas beragam varian. Ditempat pojok kreatif yang juga dijadikan sekretariat PUSAKA Kudus itu, para peserta touring bisa melihat langsung cara atau proses pembuatan sekaligus membeli hasil produksinya sebagai oleh-oleh buah tangan.

Pojok kreatif terdiri dari Pojok Djadoel, Pojok Kriuxs, Pojok Herbal, Pojok Kerajinan, Pojok Kopi dan Pojok Tester.

Rute selanjutnya explore UMKM di Kecamatan Dawe, tepatnya Desa Tergo mengunjungi edu wisata peci karung goni dan sentra tikar pandan, lalu ke Desa Dukuhwaringin melihat produksi pengrajin boneka.

Sebelum pulang, masih di Kecamatan Dawe, para peserta touring diajak mengunjungi wana wisata Pijar Park Desa Kajar, untuk edukasi kopi sambil menikmati alam pegunungan dengan deretan hutan pinus-nya.

Sashie, salah satu peserta mengaku senang dan merasa tertantang dengan medan jalur yang ditempuh, “Tentunya seru banget, mengenal keunikan potensi daerah dengan mengendarai sepeda motor,” jelas salah satu diantara puluhan peserta.

Ia sengaja ikut karena penasaran dengan apa yang ditawarkan oleh PUSAKA Kudus. “Penasaran saja, terkadang kita sudah kemana-mana namun belum mengenali kekayaan UMKM dan wisata yang ada di Kabupaten sendiri,” paparnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :