Tradisi Wiwit Menjelang Panen Padi Hampir Punah

oleh -1,063 kali dibaca

Pati,isknews.com – Di era yang modern dan serba berteknologi sekarang ini masih banyak masyarakat yang mempertahankan Tradisi turun temurun warisan jawa kuno.

Tradisi yang dilakukan menjelang musim panen padi ini biasanya di laksanakan warga di tengah hamparan persawahan. Kalau masyarakat Pati biasa menyebutnya “Wiwit”,

image

ya itu adalah bentuk tradisi rasa syukur petani ketika padi miliknya mulai menguning dan siap untuk di panen. 

“Wiwit” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “Mulai‟, jadi artinya memulai memotong padi sebelum panen diselenggarakan. Tradisi ini pada umumnya biasa di lakukan warga di tengah sawah.

Bentuk kegiatan wiwit adalah kenduri atau Bancak’an (makan bersama) dengan nasi uduk dan lauk ayam ingkung (Utuh), hal ini adalah bentuk rasa syukur kepada yang Maha Kuasa karena anugrah yang di berikan’Nya. Sekarang tradisi yang sangat baik ini memang hampir punah di wilayah perkotaan.

Namun tradisi”wiwit” ini terkadang masih bisa kita temui di wilayah perkotaan Kabupaten Pati salah satunya di Desa Blaru Kec.Pati kota. 

Sudono petani yang berasal dari desa Blaru Kec.Pati kota ini mengaku maksud dan tujuan kegiatan Wiwit tak lain adalah ucapan rasa syukur kepada Tuhan yang telah melimpahkan rezekinya kepada petani atas tercapainya musim panen padi kali ini.

Walaupun saya petani perkotaan tapi saya masih sering mengingat tradisi turun temurun yang telah di ajarkan oleh orang tua saya. Selalu berbagi ketika kita mendapatkan berkah dari Tuhan, Wiwit ini adalah bentuk rasa syukur petani kepada Tuhan dan Dewi Sri atau sosok yang dipercaya petani dulu hingga sekarang sebagai penjaga padi yang kami tanam supaya tidak di.serang hama, kemudian bumi yang telah memberi begitu banyak berkah kepada petani. terangnya.( wik)

KOMENTAR SEDULUR ISK :