Tragedi Berulang di Klumpit, Dua Bocah Tewas Tenggelam di Kubangan Bekas Galian C

oleh -323 Dilihat
Tempat Kejadi Perkara (TKP) dimana 2 bocah tenggelam di kubangan bekas Galian C (Foto: YM)

Kudus, isknews – Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, kembali berduka.

Dua bocah laki-laki ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan bekas galian C, Sabtu (20/12/2025) siang.

Peristiwa memilukan ini menambah catatan kelam kawasan tersebut, yang sebelumnya pada Januari 2020 juga pernah merenggut empat nyawa anak-anak.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Kedua korban diketahui bernama Ahmad Syukron Mamun (8) dan Muhammad Amrahgam Dhiyauddin (8), warga RT 3 RW 8 Desa Klumpit, Kecamatan Gebog.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian terdapat tiga anak yang bermain di sekitar kubangan bekas galian C tersebut.

Kubangan itu memiliki kedalaman sekitar 2,5 hingga 3 meter dengan luas kurang lebih 2×7 meter persegi.

Saat bermain, dua korban diduga terpeleset dan tenggelam, sementara satu anak lainnya ĺberhasil menyelamatkan diri dan meminta pertolongan warga.

Upaya penyelamatan sempat dilakukan warga setempat. Namun, kedua bocah tersebut tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Yakis Kudus untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Ketua RT 03 RW 8 Desa Klumpit, Rohmat, membenarkan kejadian tersebut.

Ia menyebutkan warga mengetahui kondisi korban sudah tenggelam saat dilakukan pencarian.

“Saat ini masih di rumah sakit korbannya. Warga mengetahui kondisinya sudah tenggelam,” ujar Rohmat.

Diketahui, insiden serupa juga pernah terjadi di kawasan galian C yang sama pada 23 Januari 2020.

Saat itu, empat bocah dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di kubangan bekas galian C tersebut.

Tragedi yang kembali terulang ini menimbulkan keprihatinan mendalam warga dan memunculkan kembali desakan agar lokasi berbahaya tersebut segera ditutup atau diamankan.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :