Transparansi dan Akuntabilitas, Muhammadiyah Kudus Rilis 673 Hewan Kurban di Iduladha 1446H

oleh -269 Dilihat
Foto dokumentasi saat Pimpinan Ranting Muhammadiyah Burikan gelar kurban pada tahun kemarin (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam ibadah sosial, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus merilis data resmi pelaksanaan kurban Iduladha 1446 Hijriah.

Berdasarkan laporan terakhir per Jumat, 6 Juni 2025 pukul 07.00 WIB, total hewan kurban yang dihimpun melalui jaringan Muhammadiyah Kudus mencapai 673 ekor, terdiri dari 374 ekor sapi, 286 ekor kambing, dan 13 ekor kerbau.

Rilis data ini menjadi wujud nyata komitmen Muhammadiyah Kudus dalam memastikan bahwa pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya sah secara syariat, namun juga tertib secara administratif, jujur dalam pelaporan, dan akurat dalam distribusi.

Sekretaris PDM Kudus, Zulfa Kurniawan, menegaskan bahwa data tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari puluhan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Kudus.

Menurutnya, ini menjadi cerminan semangat kolektif dan nilai gotong royong dalam jaringan Muhammadiyah.

“Data ini bukan hanya untuk laporan ke atas, tapi juga menjadi sarana edukasi dan kontrol sosial bahwa ibadah kurban dilakukan dengan tanggung jawab,” ujarnya.

Dari jumlah keseluruhan, AUM menyumbang 47 ekor sapi dan 71 ekor kambing, berasal dari lembaga seperti RS Aisyiyah Grup, UMKU, SD-SMP-SMA Muhammadiyah, dan berbagai madrasah serta panti asuhan yang tergabung dalam keluarga besar Muhammadiyah Kudus.

Sementara itu, di lingkup cabang, PCM Gebog mencatat kontribusi tertinggi, yakni 86 ekor sapi, diikuti PCM Kota (67 sapi) dan PCM Jati (50 sapi). Kerbau yang biasanya lebih jarang dijadikan hewan kurban, tercatat paling banyak disembelih di PCM Kota (7 ekor), disusul PCM Kaliwungu (3 ekor), serta sisanya tersebar di Jati, Undaan, dan Gebog.

PCM Bae juga menunjukkan kekuatan komunitas yang solid, dengan total 42 ekor sapi dan 38 kambing. PRM Bae bahkan menjadi salah satu yang paling aktif menyelenggarakan kurban kolektif hingga ke tingkat mushola.

Di wilayah PCM Kaliwungu, yang meliputi PRM Karangampel, Prambatan, Mijen, hingga Papringan, total yang tercatat adalah 30 ekor sapi, 38 kambing, dan 3 kerbau. Ini menjadikan Kaliwungu sebagai penyumbang kerbau terbanyak kedua setelah Kota. Di Dawe pun berkontribusi dengan 5 ekor sapi dan 3 kambing dari PRM Soco dan Rejosari.

Sementara itu, PCM Undaan mencatat 16 ekor sapi, 1 kambing, dan 1 kerbau. PCM Pasuruhan menyumbang 23 ekor sapi dan 5 kambing, dan PCM Mejobo sebanyak 5 ekor sapi. PCM Jekulo mencatat 3 ekor sapi, dengan data PRM Jekulo yang tetap menunjukkan eksistensinya meski dalam skala kecil.

Zulfa menjelaskan, data ini bukan hanya sebagai laporan internal, melainkan bagian dari upaya Muhammadiyah untuk menjunjung tinggi nilai keterbukaan dan pertanggungjawaban publik.

Ia menyampaikan bahwa semua pelaksanaan kurban Muhammadiyah dikoordinasi agar sesuai dengan syariat, adil dalam pendistribusian, dan aman dalam penyaluran.

“Setiap ekor kurban yang disembelih, bukan hanya dinikmati hari itu. Tapi juga memberi efek sosial dalam membangun ukhuwah, memperkuat jaringan dakwah, dan meningkatkan rasa kepedulian,” lanjutnya.

Ia menambahkan, semangat kurban di Muhammadiyah tidak hanya dipahami sebagai ibadah ritual, tetapi juga sosial. Melibatkan banyak pihak, dari takmir masjid, sekolah, kader Ortom, hingga relawan kemanusiaan Muhammadiyah yang terlatih dan terbiasa dalam pengelolaan kurban.

Muhammadiyah Kudus berharap, keberhasilan ini menjadi motivasi untuk pelaksanaan kurban tahun-tahun mendatang yang lebih baik, tertib, dan berdampak luas.

Sebagai penutup, Zulfa Kurniawan menyampaikan pesan mendalam terkait makna kurban bahwa ibadah kurban merupakan momentum untuk meneladani ketangguhan keluarga Nabi Ibrahim a.s.

“Kita belajar bagaimana pembentukan sikap ketaatan terhadap perintah Allah tanpa tapi, serta keikhlasan untuk mengorbankan sesuatu yang dicintai dalam menjalankan perintah-Nya. Bagi yang berkesempatan berkurban tahun ini, luruskan niat hanya karena Allah. Buang jauh-jauh urusan duniawi yang dapat merusak makna ibadah kurban kita.” pesannya.

Seperti diberitakan sebelumnya di media ini, selain kurban konvensional, Lembaga Amil Zakat Infak dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) juga memiliki program “Rendangmu” yang mengolah daging kurban menjadi rendang kaleng, siap saji, tahan lama, dan mudah didistribusikan. 

“Rendangmu bertujuan untuk memudahkan masyarakat yang membutuhkan dan menjangkau daerah yang sulit diakses,” tutur Zulfa. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.