Trauma Healing, Bangkitkan Keceriaan Anak-anak dan Orang Tua Korban Banjir di Kudus

oleh -63 Dilihat

Kudus, ISKNEWS.COM – Sebanyak 84 kepala keluarga (KK) atau 263 jiwa warga Desa Dukuh Barisan, Gendok dan Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah, yang berada di pengungsian aula Balai Desa Jati Wetan mengikuti trauma healing, Jumat (1/2/2019) pagi.

Hj. Nur Mahmudah, Kepala PSG IAIN Kudus mengungkapkan, Kegiatan ini digelar oleh penggiat Pusat Studi Gender dan Anak dari IAIN Kudus untuk mengusir kejenuhan, stres dan tekanan jiwa saudara kita yang sedang terkena musibah banjir. “Pemulihan trauma dilakukan agar anak-anak tidak terguncang atau tertekan jiwanya akibat bencana banjir yang dialami,” ungkapnya.

Dikatakan Mahmudah, Selain orang tua yang diberikan sentuhan motivasi dan semangat, Anak-anak juga diberikan dongeng dengan kisah dan cerita yang menarik,

“Selain mendongeng, masing-masing anak diberikan kertas disuruh membentuk karya berupa perahu dan menggambar bebas sesuai keinginannya. Pemberian hadiah juga diberikan bagi yang terbaik, dan mereka terlihat sangat antusias dan senang,” ungkapnya.

Tawa riang anak-anak terlihat begitu cair dan meriah. Canda tawa anak-anak mewarnai kegiatan tersebut.

Pihaknya berencana akan melakukan kegiatan tersebut secara berkelanjutan, bilamana korban banjir masih berada di pengungsian. Alasannya, Ia melihat para pengungsi terutama anak-anak butuh perhatian khusus.

“Semoga dengan mengikuti trauma healingmereka lebih bersemangat. Saya sendiri tadi merasa terhibur dengan terapi ini. Mudah-mudahan anak korban banjir merasakan hal yang serupa,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Jati, Andreas Wahyu menyambut baik para koordinator dari pusat studi gender IAIN Kudus. “Semoga dengan kegiatan tersebut bisa menambah semangat para pengungsi. Kejenuhan itu pasti ada, namun dengan suntikan motivasi, maka akan semangat menjalani. Terutama bisa mengembalikan senyum anak-anak,” ujarnya saat ditemui isknews.com di lokasi pengungsian.

Sejauh ini, Per Jumat tgl 01 Pebruari 2019
Jam 10:00 WIB, Data pengungsi di Balai Desa Jati Wetan berjumlah 84 KK atau 263 jiwa. Mereka terdiri dari Laki-laki 125, Perempuan 138, Dewasa 178, Lansia 7, Anak 74, Bayi 4 anak.

Andreas menjelaskan untuk warga yang berada di pengungsian telah disiapkan tim kesehatan dan juga dapur umum. “Jika ada warga yang sakit langsung ditangani. Apalagi yang mengungsi rata-rata anak-anak, perempuan dan lansia. Bagi warga yang bertahan di rumah juga ada tim kesehatan yang diterjunkan untuk melakukan pengecekan kesehatan,” katanya.

Selain ketersediaan logistik dan tim kesehatan, pihaknya bekerjasama dengan para relawan memberikan trauma healing bagi anak-anak agar tidak jenuh di pengungsian. “Setiap hari secara bergantian para relawan mengajak bermain anak-anak”, imbuh Andreas

Lalu bagi anak-anak sekolah pihak satpol PP juga menerjunkan petugas beserta truk untuk melakukan antar jemput anak sekolah. Sebab akses ke sekolah sulit dijangkau karena terendam air yang cukup tinggi.(AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :