Tren Menikah di Kudus Menurun, Ada Apa?

oleh -963 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Siapa yang tidak ingin menikah. Memiliki pasangan hidup dan mengarungi bahtera rumah tangga bersama istri beserta anak tercinta. Selain itu menikah juga diwajibkan di dalam agama bagi siapa saja yang sudah mampu lahir batin, dan ada kekhawatiran akan terjerumus perbuatan zina.

Menikah bagi masyarakat jawa tidak bisa sembarangan, harus melalui berbagai tahapan diantaranya menentukan kecocokan hari kelahiran (weton), dan penentuan hari pernikahan. Biasanya bulan yang paling ramai dipilih atau dianggap baik adalah bulan Dzulhijjah (besar) dan Sya’ban (ruwah). Ada juga bulan yang dikeramatkan tidak boleh melangsungkan pernikahan seperti bulan Muharam (Syuro).

Mendekati bulan Sya’ban biasanya pendaftaran pernikahan di kantor urusan agama (KUA) masing-masing kecamatan membeludak, seperti sekarang ini yang sudah memasuki pertengahan bulan Rajab. Namun ada yang berbeda di tahun 2016 ini, yakni tren menurunnya jumlah pasangan yang mendaftar untuk melangsungkan pernikahan.

Berdasarkan data dari Kemenag Kudus jumlah pasangan yang mendaftar hingga triwulan ketiga saat ini baru ada 1.312 pasangan yang mendaftar, dari yang ditargetkan sejumlah 10.000 pasangan. Padahal diperkirakan jumlah pendaftar akan membeludak, apalagi di masyarakat jawa mempercayai tahun depan merupakan tahun duda, yakni tahun yang tidak di anjurkan untuk melaksanakan pernikahan.

Kepala Kemenag Kudus H. Hambali melalui Kasi Bimas Islam Abdul Jalil yang ditemui redaksi isknews.com beberapa waktu lalu mengatakan, biasanya menjelang tahun duda pendaftar pernikahan bisa meningkat drastis, namun tahun ini biasa saja masih stabil dan cenderung menurun.

“Dulu waktu tahun 2010 itu juga tahun duda, pasangan yang mendaftar untuk menikah di tahun 2009 dan 2011 meningkat,” katanya.

Jalil menjelaskan, berdasarkan pengalaman yang ada, sebelum dan sesudah tahun duda memang banyak pasangan yang mendaftar, karena masyarakat jawa menghindari tahun duda. “Kalau tidak sebelum tahun duda, ya sesudah tahun duda. Intinya jangan sampai menikah di tahun duda, karena masyarakat percaya apabila menikah di tahun duda bisa mendapatkan kesusahan di kemudian hari,” terangnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :