KUDUS, ISKNEWS.COM – Target besar dipasang kontingen dance sport Kabupaten Kudus jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Hanya dengan tujuh atlet yang akan diterjunkan, Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Kudus berani membidik empat medali emas.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Ketujuh atlet telah menjalani proses panjang sejak babak Pra-Porprov, diperkuat pengalaman dari berbagai kejuaraan serta program latihan rutin yang terus digeber hingga menjelang pertandingan.
Ketua Pengkab IODI Kudus yang juga bertindak sebagai pelatih, Rita Rosita Handoyo, mengatakan persiapan para atlet telah dimulai sejak babak Pra-Porprov.
“Persiapan sudah dilakukan sejak Pra. Setiap bulan anak-anak selalu latihan karena target kami adalah emas,” ujar Rita, Senin (7/9/2026).
Dalam Porprov Jateng 2026, IODI Kudus akan mengikuti empat kategori pertandingan, yakni Standard Ballroom, Latin, B-Boy atau Breaking, serta Solo Latin.
Pada nomor Standard Ballroom, Kudus menurunkan satu pasangan atlet putra dan putri. Sementara kategori Latin juga diperkuat satu pasangan putra-putri. Adapun nomor B-Boy akan diikuti dua atlet dan Solo Latin diwakili satu atlet.
Untuk mengejar target tersebut, latihan rutin terus dilakukan sedikitnya dua kali dalam sepekan. Tak hanya mengandalkan program latihan di Kudus, IODI juga berupaya meningkatkan kualitas para atlet dengan menghadirkan pelatih atau coach dari luar daerah.
“Seminggu dua kali latihan. Terkadang saya juga harus ke Jogja, kemudian dua bulan sekali ke Jakarta,” katanya.
Menurut Rita, saat ini kesiapan para atlet telah mencapai sekitar 80 persen. Waktu yang tersisa sebelum Porprov akan dimanfaatkan untuk memaksimalkan berbagai aspek, mulai dari kondisi fisik hingga penguasaan teknik.
Program latihan pun tidak hanya dilakukan saat para atlet bertemu dengan pelatih. Mereka juga diwajibkan menjalani latihan mandiri agar perkembangan kemampuan tetap terjaga.
“Latihannya meliputi fisik, stretching, dan latihan mandiri. Ketika bertemu saya, mereka sudah siap,” ungkapnya.
IODI Kudus sendiri memasang target tinggi. Dari empat kategori yang akan diikuti, empat medali emas menjadi sasaran utama.
Dua medali emas dibidik dari kategori Standard Ballroom. Sementara satu emas lainnya ditargetkan dari kategori Latin dan satu emas dari nomor B-Boy.
“Targetnya empat emas, dua dari Standard Ballroom, satu dari Latin, dan satu dari B-Boy,” tegas Rita.
Meski memasang target maksimal, Rita menyadari persaingan dalam Porprov Jateng 2026 tidak akan mudah. Ia berharap para atlet dapat tampil lepas dan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya di arena pertandingan.
“Semoga empat bisa dapat. Kalau tiga emas pun saya sudah sangat bersyukur,” ujarnya.
Target tersebut juga diperkuat oleh pengalaman panjang IODI Kudus dalam ajang Porprov. Cabang olahraga dance sport Kudus sebelumnya telah mengikuti Porprov pada 2013, 2018 dan 2023.
Dengan demikian, Porprov Jateng 2026 akan menjadi keikutsertaan keempat bagi IODI Kudus dalam pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.
Dalam sejumlah keikutsertaan sebelumnya, atlet-atlet dance sport Kudus telah berhasil membawa pulang berbagai medali, mulai dari emas, perak hingga perunggu. Catatan prestasi itu menjadi modal penting untuk kembali bersaing menghadapi lawan-lawan dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Rita juga menuturkan, sejumlah atlet memiliki pengalaman kompetisi yang cukup panjang. Bahkan, ada atlet yang sebelumnya belum berhasil meraih hasil maksimal pada Porprov 2023, namun mampu bangkit dan menunjukkan perkembangan dengan meraih kemenangan dalam babak Pra-Porprov 2025.
Namun demikian, perjalanan menuju Porprov tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. IODI Kudus masih dihadapkan pada persoalan keterbatasan anggaran dan fasilitas latihan.
Menurut Rita, kebutuhan untuk cabang olahraga dance sport cukup besar. Selain biaya program latihan, para atlet juga membutuhkan kostum khusus untuk pertandingan. Belum lagi kebutuhan mendatangkan coach dari luar daerah yang membutuhkan anggaran tambahan.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat IODI Kudus dalam mempersiapkan para atlet.
Rita mengaku tetap berkomitmen mendampingi atlet dan memastikan seluruh program latihan dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Kendala juga dirasakan dalam hal fasilitas latihan. Studio yang dimiliki saat ini dinilai belum cukup luas, terutama ketika harus digunakan untuk latihan bersama coach dari luar daerah.
Para atlet yang dipersiapkan pun berasal dari kalangan pelajar hingga mahasiswa. Atlet termuda masih duduk di bangku kelas XII SMA, sementara sebagian atlet lainnya berada di rentang usia sekitar 20 tahun.
Dengan kesiapan yang telah mencapai 80 persen, pengalaman mengikuti berbagai kompetisi serta latihan rutin yang terus dimatangkan, tujuh atlet dance sport Kudus kini bersiap membawa ambisi besar ke arena Porprov Jateng 2026.
Mampukah target empat medali emas itu diwujudkan? IODI Kudus berharap kerja keras dan persiapan panjang para atlet mampu berbuah prestasi dan kembali mengharumkan nama Kabupaten Kudus di kancah olahraga Jawa Tengah. (YM/YM)







