Tumpeng Songo, Tradisi Perayaan Grebeg Besar di Demak

oleh

Demak, isknews.com (Lintas Demak) – Tumpeng Songo, merupakan tradisi perayaan Grebeg Besar di Demak. Dalam pelaksanaanya berlangsung di Masjid Agung Demak, Desa Kauman Kel.Bintoro Kab.Demak pada Hari Raya Idul Adha kemarin (31/08/2017) Kamis malam.

Sebelumnya kesembilan tumpeng tersebut dibawa dari Pendopo Kab.Demak menuju Masjid Agung Demak, diiringi oleh Bupati Demak Drs. H.M. Natsir, Komandan Kodim 0716 Demak Letkol Inf Agung Udayana. SE, Kapolres AKBP Sonny Irawan SIK, Para Ulama, para Santri, beserta tamu undangan lainnya.

Untuk menghindari warga berebutan sebelum acara selesai, anggota Kodim 0716 Demak dan Polres Demak melakukan pengamanan “Tumpeng Songo” dengan ketat. Tumpeng Songo merupakan tradisi Grebek Besar yang mengandung makna dan fungsi tersendiri bagi warga Demak.
Tumpeng Songo memiliki arti, salah satunya adalah Tumpeng yang berbentuk kerucut menjulang ke atas yang berarti, bahwa manusia harus selalu ingat kepada Allah. Tumpeng sanga diartikan sebagai simbol wali yang berjumlah sembilan orang.

TRENDING :  Miris! Jumlah Rumah Adat Kudus Hanya Tersisa Enam Unit
TRENDING :  Rosyid Tali Akrap : Sekolah Atau Madrasah Tak Libur Pada Hari Besar Waisak Adalah Kurang Teposliro

Pada saat yang sama, di Kadilangu juga melaksanakan kegiatan serupa yaitu, Selamatan Ancakan. Selamatan tersebut bertujuan untuk memohon berkah kepada Allah SWT agar sesepuh dan seluruh anggota Panitia Penjamasan dapat melaksanakan tugas dengan lancar tanpa halangan suatu apapun.

TRENDING :  Simulasi Kebakaran Sebagai Cara Untuk Atasi Bahaya Kebakaran

Grebeg Besar Demak dimaksudkan untuk mengembangkan pariwisata daerah khususnya di Demak. Salah satunya adalah selamatan Tumpeng Sembilan dan iring-iringan Prajurit Patang Puluhan, dan Pengawal Minyak Jamas dari Pendopo Kabupaten menuju makam Sunan Kalijaga. Dengan demikian tujuan penyelenggaraan Grebeg Besar Demak selain untuk mengenang jasa para wali, dengan melanjutkan perjuangan dakwah Islam, juga untuk melestarikan nilai sejarah. (Yyk)

KOMENTAR SEDULUR ISK :