Turunnya Indeks Harga Padi Padian Dan Umbi Umbian Sebab Utama Deflasi Di Kudus Pada Bulan April

oleh -945 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pada bulan April 2016 Kudus mengalami deflasi sebesar 0,63 persen, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,51 persen. Deflasi yang terjadi di Kudus pada bulan April ini lebih tinggi dari deflasi yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah dan Nasional yang masing-masing terjadi deflasi sebesar 0,50 persen, 0,46 persen dan 0,45 persen. Hal tersebut tercatat dalam Indikator makro ekonomi Kabupaten Kudus Mei 2016 yang di release oleh BPS Kabupaten Kudus.

Selanjutnya dalam releasenya BPS menyatakan, penyebab utama deflasi di Kabupaten Kudus bulan April 2016 antara lain akibat penurunan indeks harga sub kelompok Padipadian, Umbi-umbian dan Hasilnya, sub kelompok Daging dan Hasilnya, Ikan Segar, Bumbu-bumbuan, Bahan Bakar, Penerangan dan Air, dan sub kelompok Transpor.

Sementara itu, beberapa sub kelompok mengalami kenaikan indeks harga antara lain sub kelompok Sayur-sayuran, Buah-buahan, Makanan Jadi, dan Obat-obatan. Sedangkan sub kelompok yang lain tidak mengalami perubahan
harga yang signifikan.

Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan April 2016 di Kudus tercatat sebesar 128,35 turun dari bulan sebelumnya yaitu 129,16 pada bulan Maret 2016. Sebagian kelompok barang/jasa mengalami penurunan indeks harga.

Kelompok barang/jasa yang mengalami penurunan indeks harga yaitu Kelompok Bahan Makanan turun 1,54 persen dengan andil deflasi 0,38 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar turun 0,07 persen dengan andil deflasi 0,01 persen, dan Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan turun 1,83 persen dengan andil deflasi 0,77 persen. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau naik 0,14 persen dengan andil
inflasi 0,03 persen, Kelompok Sandang naik 0,14 persen dengan andil inflasi 0,01 persen, Kelompok
Kesehatan naik 0,26 persen dengan andil inflasi 0,02 persen dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga
naik 0,03 persen tanpa andil inflasi. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :