UMK Gandeng Yayasan Jalma Sehat, Hadirkan Pendampingan Holistik bagi Penderita Skizofrenia

oleh -338 Dilihat
Mahasiswa Magang Universitas Muria Kudus (UMK) Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) tahun 2026 di Yayasan Jalma Sehat di Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. (Foto: Dok. Istimewa)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Universitas Muria Kudus (UMK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) tahun 2026, tim mahasiswa UMK menjalin kolaborasi dengan Yayasan Jalma Sehat di Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Kolaborasi tersebut akan diwujudkan melalui program bertajuk “Pendampingan Holistik Sosial dan Emosional Penderita Skizofrenia Berbasis Filosofi Sunan Kudus di Yayasan Jalma Sehat.”

Yayasan Jalma Sehat menjadi mitra dalam pelaksanaan program karena selama ini bergerak di bidang rehabilitasi dan pendampingan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Melalui berbagai kegiatan pendampingan dan rehabilitasi, yayasan tersebut berupaya membantu para penerima manfaat menjalani proses pemulihan serta membangun kembali kemampuan untuk berinteraksi dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Bagi tim PKM-PM UMK, pemulihan seseorang dengan gangguan jiwa tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan. Dukungan sosial, emosional, serta lingkungan juga menjadi bagian penting dalam membantu proses pemulihan.

Karena itu, pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung bagi para penerima manfaat.

Keberadaan Yayasan Jalma Sehat dinilai menjadi ruang yang relevan bagi mahasiswa UMK untuk melaksanakan program pengabdian sekaligus belajar secara langsung mengenai proses pendampingan dan dinamika sosial yang dihadapi para penerima manfaat.

Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa tidak hanya datang untuk menjalankan program kerja. Tim PKM-PM UMK juga berupaya memahami kebutuhan, kondisi, serta potensi yang dimiliki masing-masing penerima manfaat.

Program pendampingan yang akan dilaksanakan dirancang dengan pendekatan holistik, khususnya dengan memperhatikan aspek sosial dan emosional penderita skizofrenia.

Menariknya, nilai-nilai filosofi Sunan Kudus akan menjadi bagian dari pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan. Nilai kepedulian, toleransi, kebersamaan, serta penghargaan terhadap sesama diharapkan dapat menumbuhkan interaksi sosial yang positif.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman pendampingan yang lebih dekat dengan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Kudus.

Kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan Yayasan Jalma Sehat juga diharapkan memberikan manfaat tidak hanya bagi para penerima manfaat, tetapi juga bagi mahasiswa UMK.

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepedulian sosial, kemampuan berkomunikasi, serta pengalaman bekerja secara langsung bersama masyarakat.

Bagi tim PKM-PM UMK, Yayasan Jalma Sehat bukan sekadar lokasi pelaksanaan program pengabdian. Lebih dari itu, yayasan tersebut menjadi ruang belajar bahwa setiap individu memiliki nilai, potensi, dan kesempatan untuk mendapatkan dukungan dalam menjalani proses kehidupannya.

Melalui semangat “Berkolaborasi dalam Keberagaman, Mengabdi untuk Kemanusiaan,” tim PKM-PM Universitas Muria Kudus berharap kerja sama bersama Yayasan Jalma Sehat dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan menjadi langkah nyata mahasiswa UMK dalam menghadirkan pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga membangun kepedulian dan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.