Kudus, isknews.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muria Kudus (UMK) melaksanakan kegiatan bertajuk “Pelatihan Teknologi 3D Printing bagi Guru SMK untuk Mendukung Kompetensi Keahlian di Era Industri 4.0”. Kegiatan ini berlangsung di SMK Kristen Nusantara Kudus dan diikuti oleh guru-guru mata pelajaran produktif dari jurusan Teknik Pemesinan, Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) serta Teknik Kelistrikan, Jum’at (24/10/2025).
Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam penggunaan teknologi 3D printing sebagai penunjang pembelajaran berbasis digital manufaktur di era industri 4.0. Para peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar additive manufacturing, pengenalan mesin Anycubic 3D Printer, karakteristik filament PLA, serta penggunaan perangkat lunak slicer Cura untuk proses pencetakan model 3D.
Tim dosen pelaksana pengabdian yang terdiri atas Ir. Bellachintya Reira Christata, S.T., M.T., Rangga Primadasa, S.T., M.T., dan Adhie Prayogo, S.T., M.Sc. memberikan penjelasan teori serta praktik langsung. Peserta diajak mendesain model sederhana, melakukan slicing menggunakan Cura, dan mencetak hasil rancangan dengan printer 3D. Selain itu, terdapat sesi khusus yang membahas perawatan dan troubleshooting dasar pada peralatan 3D printer.
Ketua tim pelaksana, Ir. Bellachintya Reira Christata, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membantu guru SMK memahami teknologi terkini yang relevan dengan kebutuhan industri modern.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong para guru untuk mengintegrasikan teknologi 3D printing ke dalam kurikulum dan proyek pembelajaran siswa, sehingga kompetensi keahlian yang dihasilkan semakin selaras dengan kebutuhan industri masa kini,” ujarnya.
Kepala SMK Kristen Nusantara Kudus menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kerja sama dengan Universitas Muria Kudus dapat terus berlanjut.
“Guru kami mendapatkan wawasan baru dan pengalaman langsung yang sangat bermanfaat untuk pembelajaran di kelas. Ini langkah nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi menuju era industri 4.0,” ungkapnya.
Sebagai penutup, dilakukan demonstrasi pencetakan model 3D hasil rancangan peserta serta penyerahan sertifikat pelatihan kepada seluruh peserta. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 (Quality Education), poin ke-8 (Decent Work and Economic Growth), dan poin ke-9 (Industry, Innovation, and Infrastructure). (*)







