UMK Raih Peringkat 5 Nasional Program Kreatifitas Mahasiswa

oleh -386 kali dibaca
FOTO: Dokumentasi tahun 2019

Kudus, isknews.com – Universitas Muria Kudus (UMK) mendapatkan dana pelaksanaan program kreatifitas mahasiswa (PKM)sebanyak Rp 287.926.000 dari 35 proposal yang lolos pendanaan. Angka tersebut menempatkan UMK pada peringkat lima nasional perguruan tinggi swasta (PTS) dalam PKM yang dilaksanakan Kemendikbudristek.

Untuk perolehan sebelumnya, UMK mendapatkan pendanaan Rp 182.000.000, kenaikan tersebut cukup besar dibanding sebelumnya. Setidaknya ada lima PKM yang lolso dalam pendanaan tahun ini, paling banyak adalah PKM Kewirausahaan (PKMK).

Rektor UMK Prof. Dr. Ir Darsono, M.Si mengatakan, prestasi tersebut tak lain dari upaya yang dilakukan semua unsur yang ada di UMK, baik mahasiswa, dosen pembimbing, TIM PKM dan bagian kemahasiswaan UMK. “PKM menjadi upaya untuk menumbuhkan ide-ide kreatif mahasiswa, jadi akan terus didorong,” katanya Selasa (15/6/2021).

Untuk mencapai peringkat tersebut, pihaknya memang membentuk tim PKM, sehingga mahasiswa bisa mengirimkan proposalnya. Apalagi masa pandemi, kegiatan masih dilakukan daring, sosialisasi dilakukan cukup ekstra.

Akhirnya terkumpul sekitar 400 proposal, selanjutnya dilakukan seleksi internal, dilakukan evalusi dan perbaikan. Dari proses internal tersebut akhirnya ada 35 lima proposal dari lima bidang PKM yang lolos dan didanai Kemendikbud Ristek. “Alhamdulillah kita menempati peringkat 5 nasional untuk perguruan tinggi swasta dalam program PKM yang lolos,” jelasnya.

Rinciannya, untuk PKM Karsa Cipta sebanyak tiga proposal, untuk PKM Penerapan Iptek ada dua proposal. Sementara untuk PKM Pengabdian Masyarakat ada sepuluh proposal dan PKM Riset Sosial Humaniora ada empat proposal. Paling banyak proposal yang lolos yakni PKM Kewirausahaan yang mencapai 16 proposal.

“Setelah lolos, masih ada kerja keras untuk berkompetisi dalam kegiatan pekan ilmiah nasional (Pimnas), jadi harus tetap bergerak dan berharap proposal yang lolos bisa tembus di Pimnas,” terangnya.
PKM yang ada merupakan hasil dari pemikiran mahasiswa dari kondisi yang dilihat atau dirasakannya, sehingga muncul judul yang menarik. Seperti PKMK dengan judul ‘Masker perca batik Kudus dengan aromatherapy kulit jeruk nipis sebagai pencegah covid-19’.

Selain itu ada juga PMKK dengan judul ‘Kap lampu limbah kayu dengan ukiran Menara Kudus sebagai lampu bunyi teman tidur anak’. Ada juga PKMKC dengan judul ‘Prototype internet of thing keranjang pintar dengan sistem barcode’.

Untuk PKMPI dengan judul ‘Inovasi alat mempercepat difusi pengasinan telur dengan teknologi reverse osmosis sebagao solusi meningkatkan produksi telur asin di Kudus’. Untuk ada PKMPM dengan judul ‘Pelatihan pembuatan aplikasi pembelajaran matematika berbasis android untuk guru di SMP di Kudus’. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :