UMKU dan Risetmu Gelar Pembinaan Deteksi Dini Stunting Berbasis Masyarakat

oleh -449 kali dibaca
Sejumlah peserta pembinaan deteksi dini stunting berbasis masyarakat yang digelar oleh UMKU dan DKK serta Pemdes Piji (Foto: istimewa/UMKU)

Kudus, isknews.com – Sebanyak 30 kader kesehatan dari 30 posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Dawe Kabupaten Kudus telah mendapatkan pembinaan deteksi dini stunting berbasis masyarakat. Kegiatan dilakasakan di Balai Desa Piji Kecamatan Dawe yang dihadiri oleh Kepala Puskesmas Dawe, Kepala Desa Piji, Bidan Desa, dan Penanggung Jawab Program Gizi Puskesmas Dawe, Senin (04/10/2021).

Narasumber pada kegiatan pembinaan ini yaitu Dosen dan Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kudus. Sedang materi yang diberikan meliputi deteksi dini stunting, gizi buruk, dan komunikasi, informasi, dan edukasi di masyarakat. Metode pembinaan yang diberikan dalam bentuk ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, demonstrasi, dan role play.

Menurut humas UMKU Azizah, Kecamatan Dawe merupakan salah satu lokus stunting di Kabupaten Kudus dan kegiatan pembinaan kader kesehatan posyandu dalam deteksi dini stunting telah diselenggarakan di Wilayah Kerja Puskesmas Dawe atas dukungan Hibah Riset Muhammadiyah Batch V Tahun 2021 dari Majelis Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pengurus Pusat Muhammadiyah.

” Kami menilai bahwa kader kesehatan menjadi tokoh masyarakat kunci yang diharapkan mampu menemukan kasus stunting secara aktif di masyarakat. Peningkatan pemahaman dan kapasitas kader kesehatan dalam manajemen stunting di masyarakat menjadi kebutuhan dan prioritas program di bidang kesehatan,” kata Azizah.

Dijelaskan olehnya, jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan UMKU bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus turut berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah menuju zero stunting. Berbagai upaya manajemen stunting mulai dari penemuan kasus sampai penatalaksanaan perlu diinisiasi dengan melibatkan masyarakat secara aktif.

“Bentuk tindak lanjut dari kegiatan pembinaan ini, diharapkan kader kesehatan mampu melakukan penemuan kasus stunting secara aktif di wilayah masing-masing melalui kegiatan pos stunting,”tuturnya.

Pemberdayaan masyarakat kata dia, menjadi solusi alternatif dalam penanganan masalah kesehatan di wilayah. Kader kesehatan merupakan perpanjangan tangan tenaga kesehatan sehingga diharapkan mampu menyelesaikan masalah kesehatan di wilayah melalui pemanfaatan sumber daya desa dan masyarakat yang dimiliki.

“Dengan sinergitas lintas sektor dalam upaya menurunkan kasus stunting diharapkan mampu mendukung sasaran program dan kebijakan pemerintah daerah menuju Kabupaten Kudus Zero Stunting,” tandasnya. (YM/YM) 

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.