Kudus, isknews.com – KH.Ahmad Hamdani Hasanuddin Lc, MA, telah terpilih menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kudus dalam musyawarah daerah (Musda) ke IX MUI Kabupaten Kudus, di Aula Ponpes As Salam Jl. Purwodadi – Kudus Km 05 Desa Tanjung Karang Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, Rabu (29/11/2017) kemarin.
Terpilihnya KH.Ahmad Hamdani yang juga dosen STAIN Kudus itu, tidak melalui pemungutan suara, namun dipilih oleh tim formatur. Selanjutnya Ia akan memimpin MUI Kabupaten Kudus untuk periode 2018-2023.
“Sesuai AD ART, pemilihan dilakukan tim formatur yang sebelumnya dipilih oleh anggota musyawarah, diantaranya pengurus lama, dewan unsur pertimbangan, tokoh agama dari pengasuh pondok pesantren dan tokoh agama wilayah dari masyarakat per kecamatan, yang terdiri dari 3 eks-kawedanan yang ada di Kabupaten Kudus” jelas KH. Ahmad Hamdani saat dihubungi isknews.com belum lama ini.
Diketahui, KH.Ahmad Hamdani terpilih menjadi ketua MUI kudus antar waktu pada tahun 2015 Bulan September silam, menggantikan ketua umum sebelumnya, KH. Syafiq Nashan Almarhum. Pada waktu itu, Ia terpilih atas dasar kesepakatan dan musyawarah Pengurus Harian Lengkap dan juga Dewan Pertimbangan.
Hamdani menjelaskan, peran MUI selama ini sangat berperan dalam keterkaitan diberbagai aspek, diantaranya sisi keberagamaan. Dikatakannya, MUI juga ikut andil dan turut serta memberikan pemahamam radikalisme, seperti halnya Ex Gafatar beberapa waktu lalu.
Selain itu, lanjut Hamdani, terkait memilih pemimpin, Fatwa untuk tidak memilih pemimpin atau golput dan politik uang adalah Haram Hukumnya. “Masih banyak lagi peran MUI untuk kemaslahatan Agama, Bangsa, dan Negara ini,” ujarnya
Ditambahkan Hamdani, dengan digelarnya MUSDA MUI IX kali ini, diharapkan anggaran untuk operasional untuk kinerja ke depan bisa sekiranya dikondisikan sesuai kebutuhan. Dengan alasan supaya MUI juga turut berperan aktif dalam memberikan sumbangsih apapun yang bermanfaat kepada agama dan bangsa ini. “Sebab, dari tahun 2012 -2016 anggaran untuk MUI Kudus kadang ada kadang tidak, jadi belum jelas.” jelasnya
“Jadi, untuk Pemerintah Kabupaten Kudus yang saat ini gencar gencarnya pembangunan infrastruktur, harusnya diimbangi dengan pembangunan SDM atau karakter manusia-nya, Setidaknya harus bisa seimbang,” harapnya (AJ)









