Untuk Kualitas Produk lebih Baik, Petani Muda di Kudus Bikin Pupuk Organik Mandiri

oleh -145 kali dibaca
Foto: Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus.

Kudus, isknews.com – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus telah gencar sosialisasi untuk menggunakan pupuk organik pada pertanian, hal itu menjadikan inspirasi bagi para petani milenial di desa Gondangmanis Kecamatan Bae Kabupaten Kudus untuk terus kreasi dengan produksi pupuk secara mandiri. Di era pandemi, masyarakat dituntut kreatif untuk melakukan aktifitas guna menjaga kesehatan namun tetap menghasilkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Catur Sulistiyanto melalui penyuluh pertanian BPP Kecamatan Bae wilayah binaan desa Gondangmanis, Choirotun Salafiyah hadir di lahan lokasi pembuatan pupuk organik. Bahan baku diperoleh dari limbah ternak dan pertanian sekitar desa.

“ Mereka ini para petani baru. Selama ini mereka bekerja sebagai karyawan di kantor-kantor dan pabrik. Nah, sekarang mereka bersemangat terjun pada dunia pertanian. Maka kami (Dinas/PPL) hadir untuk mendampingi agar semangat dan motivasinya tetap terjaga bahkan terus meningkat ,” terang Choirotun Salafiyah.

Ery (sapaan akrabnya) menambahkan bahwa para petani muda pembuat pupuk organik ini melakukan aktifitas pertanian dari lahan para orangtua mereka yang selama ini tidak terpikirkan. Rata-rata mereka saat ini sudah menanam kencur dan ketela. Nah, dengan penggunaan pupuk organik maka kualitas produk lebih baik serta kesuburan tanah juga tetap terjaga.

“Kotoran hewan dari ternak kambing dan sapi dari warga sekitar yang selama ini jadi sampah, mereka ambil diolah jadi pupuk organik. Kalau secara kelembagaan , bentuk usaha kecil tapi dibawah koordinasi Poktan Lestari desa Gondangmanis. Produksi masih terbatas, jadi kalau ada yang membutuhkan banyak harus by order,” jelasnya. (AJ/YM)

Kudus, isknews.com – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus telah gencar sosialisasi untuk menggunakan pupuk organik pada pertanian, hal itu menjadikan inspirasi bagi para petani milenial di desa Gondangmanis Kecamatan Bae Kabupaten Kudus untuk terus kreasi dengan produksi pupuk secara mandiri. Di era pandemi, masyarakat dituntut kreatif untuk melakukan aktifitas guna menjaga kesehatan namun tetap menghasilkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Catur Sulistiyanto melalui penyuluh pertanian BPP Kecamatan Bae wilayah binaan desa Gondangmanis, Choirotun Salafiyah hadir di lahan lokasi pembuatan pupuk organik. Bahan baku diperoleh dari limbah ternak dan pertanian sekitar desa.

“ Mereka ini para petani baru. Selama ini mereka bekerja sebagai karyawan di kantor-kantor dan pabrik. Nah, sekarang mereka bersemangat terjun pada dunia pertanian. Maka kami (Dinas/PPL) hadir untuk mendampingi agar semangat dan motivasinya tetap terjaga bahkan terus meningkat ,” terang Choirotun Salafiyah.

Ery (sapaan akrabnya) menambahkan bahwa para petani muda pembuat pupuk organik ini melakukan aktifitas pertanian dari lahan para orangtua mereka yang selama ini tidak terpikirkan. Rata-rata mereka saat ini sudah menanam kencur dan ketela. Nah, dengan penggunaan pupuk organik maka kualitas produk lebih baik serta kesuburan tanah juga tetap terjaga.

“Kotoran hewan dari ternak kambing dan sapi dari warga sekitar yang selama ini jadi sampah, mereka ambil diolah jadi pupuk organik. Kalau secara kelembagaan , bentuk usaha kecil tapi dibawah koordinasi Poktan Lestari desa Gondangmanis. Produksi masih terbatas, jadi kalau ada yang membutuhkan banyak harus by order,” jelasnya. (AJ/YM)

vUntuk Kualitas Produk lebih Baik, Petani Muda di Kudus Bikin Pupuk Organik Mandiri

Kudus, isknews.com – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus telah gencar sosialisasi untuk menggunakan pupuk organik pada pertanian, hal itu menjadikan inspirasi bagi para petani milenial di desa Gondangmanis Kecamatan Bae Kabupaten Kudus untuk terus kreasi dengan produksi pupuk secara mandiri. Di era pandemi, masyarakat dituntut kreatif untuk melakukan aktifitas guna menjaga kesehatan namun tetap menghasilkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Catur Sulistiyanto melalui penyuluh pertanian BPP Kecamatan Bae wilayah binaan desa Gondangmanis, Choirotun Salafiyah hadir di lahan lokasi pembuatan pupuk organik. Bahan baku diperoleh dari limbah ternak dan pertanian sekitar desa.

“ Mereka ini para petani baru. Selama ini mereka bekerja sebagai karyawan di kantor-kantor dan pabrik. Nah, sekarang mereka bersemangat terjun pada dunia pertanian. Maka kami (Dinas/PPL) hadir untuk mendampingi agar semangat dan motivasinya tetap terjaga bahkan terus meningkat ,” terang Choirotun Salafiyah.

Ery (sapaan akrabnya) menambahkan bahwa para petani muda pembuat pupuk organik ini melakukan aktifitas pertanian dari lahan para orangtua mereka yang selama ini tidak terpikirkan. Rata-rata mereka saat ini sudah menanam kencur dan ketela. Nah, dengan penggunaan pupuk organik maka kualitas produk lebih baik serta kesuburan tanah juga tetap terjaga.

“Kotoran hewan dari ternak kambing dan sapi dari warga sekitar yang selama ini jadi sampah, mereka ambil diolah jadi pupuk organik. Kalau secara kelembagaan , bentuk usaha kecil tapi dibawah koordinasi Poktan Lestari desa Gondangmanis. Produksi masih terbatas, jadi kalau ada yang membutuhkan banyak harus by order,” jelasnya. (AJ/YM)

Kudus, isknews.com – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus telah gencar sosialisasi untuk menggunakan pupuk organik pada pertanian, hal itu menjadikan inspirasi bagi para petani milenial di desa Gondangmanis Kecamatan Bae Kabupaten Kudus untuk terus kreasi dengan produksi pupuk secara mandiri. Di era pandemi, masyarakat dituntut kreatif untuk melakukan aktifitas guna menjaga kesehatan namun tetap menghasilkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Catur Sulistiyanto melalui penyuluh pertanian BPP Kecamatan Bae wilayah binaan desa Gondangmanis, Choirotun Salafiyah hadir di lahan lokasi pembuatan pupuk organik. Bahan baku diperoleh dari limbah ternak dan pertanian sekitar desa.

“Mereka ini para petani baru. Selama ini mereka bekerja sebagai karyawan di kantor-kantor dan pabrik. Nah, sekarang mereka bersemangat terjun pada dunia pertanian. Maka kami (Dinas/PPL) hadir untuk mendampingi agar semangat dan motivasinya tetap terjaga bahkan terus meningkat ,” terang Choirotun Salafiyah.

Ery (sapaan akrabnya) menambahkan bahwa para petani muda pembuat pupuk organik ini melakukan aktifitas pertanian dari lahan para orangtua mereka yang selama ini tidak terpikirkan. Rata-rata mereka saat ini sudah menanam kencur dan ketela. Nah, dengan penggunaan pupuk organik maka kualitas produk lebih baik serta kesuburan tanah juga tetap terjaga.

“Kotoran hewan dari ternak kambing dan sapi dari warga sekitar yang selama ini jadi sampah, mereka ambil diolah jadi pupuk organik. Kalau secara kelembagaan , bentuk usaha kecil tapi dibawah koordinasi Poktan Lestari desa Gondangmanis. Produksi masih terbatas, jadi kalau ada yang membutuhkan banyak harus by order ,” jelasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :