Upaya Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, Mahasiswa KKN Gelar Pelatihan Budikdamber

oleh -564 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus berkolaborasi dengan pemerintah desa Bakalan Krapyak mengadakan pelatihan budikdamber (budidaya ikan lele dalam ember) sekaligus pembagian TOGA (Tanaman Obat Keluarga) dengan mengajak masyarakat Desa Bakalan Krapyak.

Budikdamber bertujuan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di masa pandemi covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan di aula balai desa Bakalan Krapyak yang dihadiri oleh bapak Bayu Kurniawan selaku owner Muria Budikdamber sebagai narasumber, Minggu (3/10/2021)

Dampak dari pandemi covid-19 telah mengganggu berbagai aspek kehidupan mulai dari aspek kesehatan, sosial, ekonomi, dan lain sebagainya di sebagian besar belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Salah satu persoalan utamanya adalah berkaitan dengan ketahanan pangan yang saat ini sedang menjadi perbincangan publik sebagai konsekuensi dari pandemi covid-19 yang semakin meluas di Indonesia.

Selain masalah ketahanan pangan, lahan untuk budidaya ikan juga semakin terbatas karena dampak atas perkembangan pembangunan. Budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) menjadi solusi yang potensial untuk budidaya perikanan di lahan sempit dengan penggunaan udara yang lebih hemat. Budikdamber juga mudah dilakukan di rumah masing-masing warga dengan modal yang relatif kecil.

Kepala desa Bakalan Krapyak, Susanto mengatakan bahwa, “Saya sangat setuju dengan diadakannya pelatihan budikdamber ini, karena manfaatnya yang sangat banyak. Mengingat kita selama dua tahun terakhir ini mengalami keterpurukan ekonomi. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan warga Bakalan Krapyak bisa kembali bekerja dari rumah masing-masing dan bisa meningkatkan penghasilan”.

Budikdamber sendiri merupakan teknik budidaya ikan ramah lingkungan yang memadukan antara budidaya ikan dan sayuran dengan menggunakan sarana ember volume 80 liter sebagai wadah budidaya ikan serta memanfaatkan air sebagai media budidaya untuk tumbuh kembang tanaman sayuran.

Salah satu Narasumber, Bayu memaparkan bahwa, “Teknik budikdamber ini memliki peluang bisnis dan ekonomi yang tinggi. Dengan pengelolaan yang baik akan didapatkan budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, air limbah dari budikdamber sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi tanaman khususnya sayuran”.

Budidaya ini tentunya sangat efektif jika diterapkan oleh masyarakat utamanya di masa pandemi covid-19 seperti sekarang. Ditengah pembatasan beberapa kegiatan, masyarakat tetap bisa produktif dan mengelola ketahanan pangan. Seperti kangkung yang dapat dipanen 14-21 hari sejak tanam serta ikan lele yang dapat dipanen 2,5-3 bulan bila benih bagus dan pakan yang baik. Dengan adanya budidaya ini masyarakat diharapkan tetap bisa mendapatkan gizi yang baik.

TOGA (tanaman obat keluarga) dibagikan kepada masyarakat dengan harapan agar masyarakat dapat mengembangkan tanaman tersebut untuk bisa dimanfaatkan menjadi obat menjaga kesehatan tubuh selama masa pandemi covid-19. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :