Upayakan Bantuan Modal Bagi Mahasiswa, HIPMI Kudus Diapresiasi Disdikpora

oleh -54 kali dibaca
Rektor Universitas Muria Kudus Prof. Dr. Ir. Darsono, M. Si, dan ketua BPC HIPMI Ali Esmanto usai penandatanganan MoU (Foto: istimewa/UMK)

Kudus, isknews.com – Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada melalui Kabid Kepemudaan Arini Budi Utami mengapresiasi Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kudus yang mengupayakan pemberian modal kepada mahasiswa yang ingin mulai berwirausaha sejak dini.

“Kita apresiasi, karena ini merupakan bagian dari penyemangat untuk menumbuhkan jiwa-jiwa entrepreneurship di kalangan anak muda, dalam hal ini mahasiswa,” ujar Arini.

Pihaknya berharap ini menjadi sebuah kabar baik bagi mahasiswa, supaya dimanfaatkan betul. Hal itu, kata Arini, jiwa kewirausahaan mahasiswa bisa berdampak kepada masyarakat yang lebih luas.

“Dalam konteks recovery dan pertumbuhan ekonomi peran anak muda dan milenial sekarang sangat menentukan, sangat ditunggu dan strategis. Maka penumbuhan sejak awal atas talenta para enterpereneur muda ini menjadi semacam konsentrasi yang harus diutamakan supaya menyongsong era perekonomian kedepan yang kita tahu bersama ketidakpastiannya semakin tinggi,” tuturnya.

Sementara Ketua HIPMI Kudus Ali Esmanto menjelaskan, Adapun nominal yang akan diupayakan untuk pemberian modal ke mahasiswa adalah sebesar Rp 1 juta per jenis usaha. Hanya, pemberian modal diutamakan kepada mahasiswa yang sudah tergabung di bawah naungan HIPMI universitas.

“Kami sedang berkoordinasi dengan sejumlah mitra perbankan kami tentang ini. Karena diakui atau tidak, salah satu kendala anaka-anak ini ya memang di modal,” ujar Ali , Selasa (23/3/2022).

Adapun skema yang akan dilakukan adalah dengan mengajukan pinjaman usaha atas nama satu orang. Kemudian pinjaman tersebut bisa dibagikan kepada mahasiswa yang berwirausaha. Tentunya, lanjut Ali, akan ada verifikasi dan pemilihan calon penerima bantuan tersebut. Sehingga program bantuan modal itu bisa tepat sasaran dan tidak mubazir. “Kami lihat dulu latar belakang orangnya, latar belakang usahanya, kami tentu punya kriteria untuk ini,” katanya.

Ali menyebut, HIPMI Kudus kini telah membentuk sayap organisasi yakni HIPMI perguruan tinggi. Agenda ini masuk dalam ADART HIPMI sebagai program unggulan karena sudah dimasukkan di ADART sejak tahun 2008 saat itu ketua HIPMI pusat saat itu Sandiaga Uno.

“Saat ini para pengusaha muda yang sudah tergabung di HIPMI Kabupaten Kudus sekitar 60 orang dan yang sudah terbentuk di HIPMI perguruan tinggi IAIN ada 25 orang, di UMK  baru 10 orang,” tuturnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :