Kudus, isknews.com – Perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus sampai saat ini terdapat 963 kontak erat masih dipantau, 183 suspek, dan 54 probable. Dari 183 suspek dalam wilayah sebayak 94 dirawat dan 89 isolasi mandiri. Untuk 54 kasus probable dalam wilayah terdapat 54 kasus meninggal.
Juru Bicara Satgas Penanganan Percepatan Covid-19 Kudus, Andini Aridewi dalam siaran tertulisnya, Rabu (2/12/2020) mengatakan, Sampai saat ini ternotifikasi kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 2618 kasus dari dalam wilayah. Dari 2618 kasus dalam wilayah tersebut 96 kasus dirawat, 152 kasus isolasi, sembuh 2082 kasus dan meninggal 288 kasus.
Dari data tersebut terdapat penambahan 19 (Sembilan belas) kasus positif Covid-19 Confirm baru berasal dari dalam wilayah.
Adapun 19 (Sembilan belas) kasus positif Covid-19 Confirm baru dari dalam wilayah, sebagai berikut (L = laki-laki dan P = perempuan) :
- 4 (empat) kasus yang berasal dari Kecamatan Bae yang terdiri dari Desa Bae (L), Desa Gondangmanis (L), Desa Karangbener (L) dan Desa Pedawang (L).
- 2 (dua) kasus yang berasal dari Kecamatan Dawe yang terdiri dari Desa Kuwukan (P) dan Desa Samirejo (L).
- 4 (empat) kasus yang berasal dari Kecamatan Jati yang terdiri dari Desa Tanjungkarang (P), Desa Megawon (L), dan Desa Loram Kulon (L, P).
- 3 (tiga) kasus yang berasal dari Kecamatan Jekulo yang terdiri dari Desa Gondoharum (L) dan Desa Tanjungrejo(L, P).
- 3 (tiga) kasus yang berasal dari Kecamatan Kaliwungu yang terdiri dari Desa Blimbing Kidul (P), Desa Garung Lor (P), dan Desa Kedungdowo (P).
- 3 (tiga) kasus yang berasal dari Kecamatan Kota yang terdiri dari Desa Kaliputu (L), Desa Krandon (P), dan Desa Purwosari (L).
Terdapat 2 (dua) kasus positif confirm yang dinyatakan meninggal dunia.
Adapun 2 (dua) kasus positif confirm yang dinyatakan meninggal dunia, sebagai berikut :
- Perempuan berusia 53 tahun berdomisili di Desa Tanjungkarang Kecamatan Jati. Dirawat di RSUP dr. Kariadi tanggal 29 November 2020 dengan penyakit penyerta.
- Perempuan berusia 62 tahun berdomisili di Desa Jati Kulon Kecamatan Jati. Dirawat di RSUD dr. Loekmono Hadi tanggal 21 November 2020 dengan penyakit penyerta.
Terdapat 11 (sebelas) kasus yang dinyatakan sembuh.
Adapun 11 (sebelas) kasus yang dinyatakan sembuh, sebagai berikut :
- 2 (dua) kasus yang berasal dari Kecamatan Bae yang terdiri dari Desa Panjang (P) dan Desa Gondangmanis (L).
- 1 (satu) kasus yang berasal dari Kecamatan Dawe yang terdiri dari Desa Lau (P).
- 2 (dua) kasus yang berasal dari Kecamatan Jati yang terdiri dari Desa Jati Wetan (P) dan Desa Tanjungkarang (P).
- 1 (satu) kasus yang berasal dari Kecamatan Jekulo yang terdiri dari Desa Bulungcangkring (P).
- 1 (Satu) kasus yang berasal dari Kecamatan Kaliwungu yang terdiri dari Desa Prambatan Kidul (L).
- 3 (tiga) kasus yang berasal dari Kecamatan Kota yang terdiri dari Desa Demaan (P), Desa Singocandi (P), dan Desa Wergu Kulon (P).
- 1 (satu) kasus yang berasal dari Kecamatan Undaan yang terdiri dari Desa Undaan Kidul (P).
Terdapat 1 (satu) kasus probable yang dinyatakan meninggal dunia.
Adapun 1 (satu) kasus probable yang dinyatakan meninggal dunia, yaitu seorang Laki-laki berusia 56 tahun berdomisili di Desa Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu. Dirawat di RSI Sunan Kudus tanggal 29 November 2020 dengan penyakit penyerta.
Andini mengingatkan, penting untuk mencegah penularan atau penyebaran COVID-19 dengan 3M, tetap waspada dan disiplin mematuhi berbagai ketentuan Pemerintah. Pertama, betul-betul mematuhi social distancing (menjaga jarak sosial) dengan tidak keluar rumah kecuali untuk hal-hal yang sangat penting. Saat harus keluar rumah, usahakan selalu melakukan physical distancing (menjaga jarak fisik) dengan menghindari kerumunan dan menjaga jarak minimal 1-2 meter dari orang lain.
Kedua, selalu memakai masker saat berada di tempat umum. Ketiga, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer selama minimal 20 detik terutama setelah menyentuh benda-benda yang disentuh banyak orang. Jangan pernah menyentuh daerah wajah terutama mata, hidung, dan mulut bila belum mencuci tangan. Keempat, selalu menerapkan etika batuk yang benar, yaitu menutup mulut dan hidung dengan tisu atau dengan lengan atas pada saat batuk, setelah itu membuang tisu ke tempat sampah tertutup dan cuci tangan dengan benar. Dan kelima, selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan istirahat yang cukup sehingga daya tahan tubuh terhadap COVID-19 selalu optimal. (AJ/YM)






