Update Kudus: Kasus Konfirmasi COVID-19 di Kudus Capai 2.421

oleh -65 kali dibaca

Kudus, isknews.com –  Perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus sampai saat ini terdapat 962 kontak erat masih dipantau, 140 suspek, dan 51 probable. Dari 140 suspek dalam wilayah sebayak 62 dirawat dan 78 isolasi mandiri. Untuk 51 kasus probable dalam wilayah terdapat 51 kasus meninggal.

Juru bicara Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi dalam siaran pers tertulisnya, Senin (23/11/2020) malam, mengatakan, Sampai saat ini ternotifikasi kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 2421 kasus dari dalam wilayah. Dari 2421 kasus dalam wilayah tersebut 85 kasus dirawat, 103 kasus isolasi, sembuh 1965 kasus dan meninggal 268 kasus.

Dari data tersebut terdapat penambahan 7 (tujuh) kasus positif Covid-19 Confirm baru berasal dari dalam wilayah.

 Adapun 7 (tujuh) kasus positif Covid-19 Confirm baru dari dalam wilayah, sebagai berikut (L = laki-laki dan P = perempuan)  :

  1. 2 (dua) kasus yang berasal dari Kecamatan Gebog yang terdiri dari Desa Klumpit (P) dan Desa Gondosari (P).
  2. 3 (tiga) kasus yang berasal dari Kecamatan Jati yang terdiri dari Desa Getaspejaten (L, P) dan Desa Jepangpakis (L).
  3. 1 (satu) kasus yang berasal dari Kecamatan Kota yang terdiri dari Desa Mlati Lor (P).
  4. 1 (satu) kasus yang berasal dari Kecamatan Mejobo yang terdiri dari Desa Tenggeles (P).

Kabar gembira datang dari 17 (tujuh belas) kasus Covid-19 Confirm yang dinyatakan sembuh.

Adapun 17 (tujuh belas) kasus yang dinyatakan sembuh, sebagai berikut :

  1. 2 (dua) kasus yang berasal dari Kecamatan Bae yang terdiri dari Desa Dersalam (L) dan Desa Ngembalrejo (L).
  2. 2 (dua) kasus yang berasal dari Kecamatan Dawe yang terdiri dari Desa Margorejo (L) dan Desa Cendono (P).
  3. 3 (tiga) kasus yang berasal dari Kecamatan Gebog yang terdiri dari Desa Karangmalang (L) dan Desa Gribig (2L)
  4. 1 (satu) kasus yang berasal dari Kecamatan Jati yang terdiri dari Desa Ploso (L).
  5. 3 (tiga) kasus yang berasal dari Kecamatan Jekulo yang terdiri dari Desa Terban (3L)
  6. 5 (lima) kasus yang berasal dari Kecamatan Kota yang terdiri dari Desa Mlti Lor (L), Desa Damaran (L), Desa Krandon (P), Desa Demaan (L), dan Desa Purwosari (L).
  7. 1 (satu) kasus yang berasal dari Kecamatan Mejobo yang terdiri dari Hadiwarno (L)

Terdapat 1 (satu) kasus probable yang dinyatakan meninggal dunia.

Adapun  1 (satu) kasus probable yang dinyatakan meninggal dunia, yaitu seorang Lki-laki berusa 44 tahun berdomisili di Desa Jepang Kecamatan Mejobo. Dirawat di RS Mardi Rahayu tanggal 21 November 2020 dengan penyakit penyerta.

Perlu diperhatikan, penting untuk mencegah penularan atau penyebaran COVID-19 adalah tetap waspada dan disiplin mematuhi berbagai ketentuan Pemerintah. Pertama, betul-betul mematuhi social distancing (menjaga jarak sosial) dengan tidak keluar rumah kecuali untuk hal-hal yang sangat penting. Saat harus keluar rumah, usahakan selalu melakukan physical distancing (menjaga jarak fisik) dengan menghindari kerumunan dan menjaga jarak minimal 1-2 meter dari orang lain.

Kedua, selalu memakai masker saat berada di tempat umum. Ketiga, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer selama minimal 20 detik terutama setelah menyentuh benda-benda yang disentuh banyak orang. Jangan pernah menyentuh daerah wajah terutama mata, hidung, dan mulut bila belum mencuci tangan.

Keempat, selalu menerapkan etika batuk yang benar, yaitu menutup mulut dan hidung dengan tisu atau dengan lengan atas pada saat batuk, setelah itu membuang tisu ke tempat sampah tertutup dan cuci tangan dengan benar. Dan kelima, selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan istirahat yang cukup sehingga daya tahan tubuh terhadap COVID-19 selalu optimal. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :