Update: Museum Patiayam Kudus miliki 10.147 Fragmen dari 17 Spesies Fosil

oleh -180 kali dibaca
Foto: Diskominfo Kudus

Kudus, isknews.com – Museum Purbakala Patiayam hingga saat ini memiliki 17 spesies fosil yang berasal dari berbagai habitat, termasuk laut, darat, dan rawa. Sebanyak 10.147 fragmen fosil turut disimpan, menjadi saksi bisu perjalanan waktu yang dapat dinikmati oleh generasi masa kini.

Demikian dikatakan Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Mutrikah, usai menyambut kunjungan Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie, Senin (29/1/2024).

Mutrikah menyambut baik arahan Pj Bupati Kudus yang ingin menata museum patiayam, dimana akan diperbaiki tata kelola museum melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek. Dirinya berkomitmen untuk membangun jaringan yang luas demi memperkenalkan Museum Purbakala Patiayam sebagai daya tarik wisata yang kaya akan edukasi di Kudus.

“Harapannya ada komunikasi lebih lanjut tentang arahan pengelolaan, bagaimana ke depan Kudus punya daya tarik wisata edukasi yang baik,” ujar Mutrikah.

Sementara itu, Pj Bupati Hasan mengungkapkan apresiasinya terhadap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atas upaya yang telah dilakukan dalam merawat dan menata museum sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat. Dirinya menyatakan bahwa koleksi purbakala Patiayam adalah warisan sejarah yang tak ternilai harganya, dirinya pun berharap museum tersebut dapat menjadi destinasi wisata edukasi yang mendidik.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan disbudpar, sehingga bisa dinikmati masyarakat karena warisan itu sejarah yang tak ternilai dan saya berharap museum menjadi destinasi wisata edukasi yang mendidik” ujarnya.

Hasan menekankan bahwa pengetahuan ini wajib diketahui oleh peserta didik di Kabupaten Kudus untuk bahan belajar. Dirinya berharap lebih banyak masyarakat mengenal Museum Purbakala Patiayam dikarenakan museum salah satu pusat informasi dan sejarah. Hasan juga merencanakan penerapan teknologi animasi 3D guna memberikan gambaran lebih hidup kepada wisatawan terkait fosil yang ditemukan. “Ini perlu diketahui oleh peserta didik untuk bahan belajar karena museum kaya akan informasi, sejarah dan peserta didik kita harus tau akan hal itu” ujarnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :