Uri-uri Tradisi Budaya, Ribuan Warga Padati Festival Ampyang Maulid

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Festival Ampyang Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H telah digelar Sabtu (9/11/2019) di halaman Masjid At Taqwa Desa Loram Kulon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus.

Ketua Panitia, Slamet Supriyono mengatakan, Kegiatan tersebut diikuti 25 kontingen dari Masjid, Mushola, Lembaga pendidikan dan UMKM Desa Loram Kulon, Loram Wetan dan perwakilan dari Getas Pejaten Kecamatan Jati Kabupaten Kudus.

Puluhan kerajinan dari masing-masing peserta diarak mulai lapangan Sepak Bola Desa Loram Wetan dan finish di halaman Masjid At-Taqwa Desa Loram Kulon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus.

Supriyono menjelaskan, Dalam peringatan Maulud Nabi ada nilai-nilai kearifan lokal, sebagaimana lewat perayaan kirab ampyang.

TRENDING :  Ini Pesan Sejuk Gus Muwafiq Pada Tabligh Akbar Kudus 2019

Perayaan itu untuk mengenang penyebar Islam di daerah tersebut, yakni Sultan Hadlirin, suami Ratu Kalinyamat (Jepara), saat berdakwah di Kudus selatan. “Perayaan ampyang bisa dijadikan cara untuk melestarikan budaya masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Wahyu Hariyanti memberikan apresiasi positif kepada pemerintahan desa Loram Kulon yang telah melaksanakan kegiatan ampyang maulid setiap tahun.

“Kita berkumpul disini adalah dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW semoga di akherat nanti kita dapat syafaatnya,” jelasnya.

Kegiatan festival ampyang maulid ini merupakan kegiatan budaya positif yang perlu di lestarikan untuk menguri-uri kebudayaan lokal Kabupaten.

TRENDING :  Inilah Kisah Pembagian Wilayah Prambatan Lor dan Kidul

Negara lain tidak akan menjajah bangsa Indonesia secara langsung tetapi menjajahnya dengan cara merusak moral masyarakat bangsa Indonesia melalui Medsos, narkoba dan budaya negatif lainnya.

“Mari kita jaga ahlakul karimah, toleransi antar umat beragama sehingga tercipta islam yang rahmatan lil alamin,” ajaknya.

Ia berpesan kepada masyarakat, khususnya warga Desa Loram Kulon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus agar tetap memelihara dan membantu pelaksanaan ampyang maulid yang diselenggarakan setiap tahun karena ini merupakan budaya lokal yang positif dan perlu dilestarikan.

TRENDING :  Masjid Baitul Makmur Kudus Sediakan Ifthar Bagi Pelancong dan Pemburu Takjil

Dengan adanya peringatan ampyang maulid ini kita mampu mengambil makna positifnya tentang syi’ar agama Islam. “Semoga festival ampyang maulid Nabi Muhammad SAW ini bisa bermanfaat bagi kita semua,” harapnya.

Acara diakhiri dengan rebutan gunungan nasi kepel. Panitia sambil mengumumkan juara-juara dalam fesfival ampyang tersebut. Juara I di raih oleh nomor urut 3 yaitu Musholla Thoriqul fallahim Ds.Loram Kulon. Juara ke II di raih nomor urut 10 yaitu Musholla Daruh Falah Ds. Loram Kulon. Juara ke III di raih nomor urut 12  Musholla Annur Desa Loram Kulon. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :