Usaha Kreatif Jawa Tengah Diajak Daftar di Database BISMA

oleh -1,420 kali dibaca
Jpeg
Terlihat Narasumber H. syamsul Anwar SE, Ketum HIPMI, Pengusaha muda Jepara sedang memberikan materi
Terlihat Narasumber H. syamsul Anwar SE, Ketum HIPMI, Pengusaha muda Jepara sedang memberikan materi. (8/11)

Kudus, Isknews.com – Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) mengajak para pelaku usaha kreatif di Provinsi Jawa Tengah untuk mendaftarkan diri dalam database resmi BEKRAF lewat aplikasi BISMA. BISMA adalah kepanjangan dari BEKRAF Information System on Mobile Application yang baru diluncurkan pada bulan September 2016.

Kabid Informasi dan Pengelolaan Data Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan BEKRAF, Slamet Aji Pamungkas, M.Eng, mengatakan BISMA dikembangkan sebagai aplikasi untuk pendaftaran usaha kreatif yang bisa mudah diunduh lewat Google Play Store dan AppStore dengan menggunakan kata kunci BISMA.

“Database usaha kreatif sangat kami perlukan untuk melakukan komunikasi dua arah dengan para pelaku agar bisa menangkap masalah, menerima masukan dan memetakan lebih akurat tentang kondisi usaha kreatif terkini di Indonesia,” ujar Slamet Aji Pamungkas dalam acara Sosialisasi BISMA bagi para pelaku usaha kreatif di Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Griptha, Jl AKBP R. Agil Kusumadya, Kudus , Selasa (8/11/2016).

Jpeg

Acara sosialisasi yang diikuti sekitar 70 usaha kreatif Jateng itu dihadiri anggota Komisi X DPR RI Dr. H. Noor Achmad dan Asisten II Pemkab Kudus Budi Rakhmat.
Noor Achmad mengatakan aplikasi BISMA sangat bagus sebagai database usaha kreatif yang akan memetakan kekuatan dan kelemahan ekonomi kreatif di Indonesia.

Achmad mengatakan BISMA memiliki kelebihan karena bisa memetakan usaha kreatif secara rinci dengan pembagian 16 sub-sektor usaha kreatif hingga data lengkap kondisi usaha kreatif yang terintegrasi.

“Komisi X sangat concern terhadap ekonomi kreatif. Saat ini Undang-undang Bekraf sudah masuk Prolegnas (program legislasi nasional), ditargetkan awal tahun 2017 sudah bisa disahkan jadi undang-undang,” Achmad.

Achmad mengatakan Kabupaten Kudus memiliki beragam usaha kreatif yang bisa dikembangkan ke kelas internasional. Dari mulai kuliner seperti Soto dan Jenang hingga seni ukir seperti juga Jepara.

“Bordir Kudus itu belum ada tandingannya. Begitu Obama menyebut Soto, Bakso, Kerupuk. Istilah itu kemudian dikenal dunia,” ujar Achmad.
Tugas Bekraf, menurut Achmad, adalah mendukung pengembangan semua usaha konvensional dan tradisional tersebut hingga menjadi ekonomi kreatif untuk menyejahterakan lebih banyak orang.

Lebih jauh, Slamet mengatakan BISMA dikembangkan untuk membangun kekuatan sistem informasi dan database ekonomi kreatif. Saat ini, diakuinya, database usaha kreatif masih sangat minim sehingga banyak pelaku ekonomi kreatif kesulitan mengembangkan karyanya. Sementara BEKRAF sebagai lembaga baru belum memiliki database signifikan untuk memetakan kebutuhan para pelaku yang bisa dijadikan data faktual bagi BEKRAF untuk menyusun kebijakan lebih efektif dan efisien untuk pengembangan bisnis kreatif.

Kontribusi ekonomi kreatif dalam setahun terakhir menyumbang Rp 642 triliun atau 7,05 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia dalam setahun terakhir. Ekonomi kreatif juga menjadi sektor keempat terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, dengan konstribusi secara nasional sebesar 10,7 persen atau 11,8 juta orang.

Jpegl

BEKRAF memiliki tanggung jawab untuk merumuskan kebijakan-kebijakan strategis, merancang program dan kegiatan juga menciptakan ekosistem pengembangan ekonomi kreatif.
“Karena itu database yang kuat dan akurat para pelaku ekonomi kreatif ini kami butuhkan untuk mendukung pelaksanaan tanggung jawab tersebut,” tuturnya.

Lebih jauh Slamet memaparkan, aplikasi BISMA memiliki berbagai fitur yang memungkinkan komunikasi berlangung interaktif dan saling memberikan keuntungan. Para usaha kreatif bisa mendaftarkan dan memberikan informasi tentang kondisi usaha mereka kepada BEKRAF. Mereka juga bisa mengisi survey dan memberi masukan langsung pada BEKRAF. Sementara para pelaku usaha kreatif bisa mendapatkan berbagai informasi kegiatan dan program BEKRAF untuk pengembangan usaha juga terhubung dengan para investor dan inkubator bisnis yang ada di aplikasi.

Dalam sambutan Bupati Kudus H. Musthofa yang dibacakan Asisten II Bidang Ekonomi Pemkab Kudus, Budi Rakhmat, menyambut baik kehadiran Bekraf yang diharapkan bisa menjembatani perkembangan ekonomi di daerah.
“Pengembangan ekonomi kreatif harus didukung secara politik dari setiap pemangku kebijakan,” ujar Musthofa yang juga Ketua Pengembangan UMKM Provinsi Jawa Tengah.
Musthofa mengakui ekonomi kreatif tidak bisa berkembang secara mandiri namun harus didukung oleh pendidikan, pertahanan keamana, politik, budaya dan lainnya. Bupati melihat ekonomi kreatif saat ini tumbuh baik dari kalangan anak muda dari mulai produk desain, buku, baju dan dipasarkan di internet dengan media sosial.
Kudus sudah mengeluarkan kredit usaha produktif (KUP) untuk usaha mikro tanpa agunan untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif.
“Kita ingin supaya ekonomi kreatif bisa mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.
Bupati menggarisbawahi banyak potensi usaha kreatif Kudus termasuk sekolah kejuruan animasi salah satu dari 10 di Indonesia dan sudah diresmikan oleh Kepal Bekraf Triawan Munaf.
Secara sederhana BISMA memiliki fungsi 5 BE
Be Updated
Informasi dan agenda terkini seputar dunia Kreatif Indonesia
Be Supported
Usaha Kreatif Anda menjadi prioritas penerima bantuan investasi dan program BEKRAF
Be Integrated
Usaha Kreatif Anda terintegrasi dalam sistem database Bekraf, sekaligus terhubung dengan jejaring Usaha Kreatif dan investor terbesar di Indonesia
Be Engaged
Usaha Kreatif bisa terlibat langsung memberi masukan via survey untuk membuat kebijakan signifikan bagi pengembangan industri kreatif di Indonesia
Be Marketed
Tersedia etalase untuk memasarkan usaha kreatif sekaligus mempertemukan Anda dengan investor

KOMENTAR SEDULUR ISK :