Usaha Selada Hidroponik di Kudus Kian Dilirik

oleh
Usaha Selada Hidroponik di Kudus Kian Dilirik ISKNEWS.COM
Foto: Tanaman selada hidroponik di green house, Sabtu (01-09-2018). (Nila Niswatul Chusna/ ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Selain keuntungan yang menggiurkan, waktu panen yang singkat dan tingginya permintaan pasar membuat usaha selada hidroponik kini banyak dilirik. Berdasarkan pengamatan yang isknews.com lakukan, di Kudus kini ada empat lokasi budidaya selada yang tersebar di beberapa daerah.

Salah satu pembudidaya selada di Kudus, Deni Saputra mengungkapkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan menjamurnya kedai makanan serta restoran di Kudus menjadi peluang emas dari usaha tersebut.

“Selada hidroponik keunggulannya tanamannya lebih bersih dan sehat. Karena tidak bersentuhan langsung dengan tanah serta bebas dari penggunaan pestisida. Kalau untuk kekurangannya, biaya pembuatan green house memang cukup mahal,” ujarnya.

TRENDING :  Khozin Kandidat Calon Ketua RTMM yang Bertekad Kembalikan Ruh DBHCHT pada Roadmap IHT

Menurutnya, mahalnya biaya pembuatan green house sebanding dengan hasil yang diperoleh. Diungkapkannya, dengan luas lahan 1000 meter persegi, ia dapat memanen selada sebesar 20 kilogram setiap harinya dengan harga jual Rp. 20.000 – 25.000 perkilo.

TRENDING :  Upacara Hari Jadi Kota Kudus ke 466

Selada-selada segar itu kemudian dipasarkan ke sejumlah restoran dan kedai makanan di Kudus, Jepara, Demak dan Pati. Tak dipungkirinya, kendala tersebsar dari usaha budidaya selada adalah cara pemasarannya.

“Kalau saya, menggunakan sistem online dan offline dalam memasarkannya. Awalnya memang sulit, tapi kita memang harus pintar mencari celah untuk memasarkannya. Intinya jangan puas dengan jumlah konsumen yang kita miliki,” katanya.

TRENDING :  Jangan Remehkan Usaha Budidaya jangkrik

Selain untuk dipasarkan dalam kondisi segar, selada juga bisa dijadikan makanan olahan seperti salat dan kripik. Dikatakannya, peluang usaha selada di Kudus sampai saat ini masih terbuka lebar, jangan terpaku dengan penjualan selada segar saja. Akan tetapi, Deni menyarankan untuk mengkreasikannya sebagai makanan olahan.

“Peluang usaha makanan olahan dari selada di Kudus belum banyak. Ini sebenarnya menjadi peluang yang bagus juga,” pungkasnya. (NNC/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :