Usai Pasar Kliwon, E–Retribusi Bakal Diterapkan di Pasar Jember, Bitingan dan Pasar Baru

oleh -100 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Sistem pembayaran e-Retribusi merupakan salah satu inovasi dari Dinas Perdagangan Kudus  untuk mempermudah pedagang dalam membayar retribusi. Selama ini pembayaran retribusi dilakukan secara tunai, sekarang cukup menggunakan kartu.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kudus Albertus Harys Yunanto, Rabu (27/1/2021).

Ia mengatakan, Kegunaan e-Retribusi untuk mengurangi kebocoran penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). penerapan sistem e-Retribusi merupakan terobosan untuk mengurangi timbulnya kebocoran PAD, karena lebih transparan. Sebagai proses awal,

Semula diterapkan di Pasar Kliwon, kata Harys, rencana akan  diterapkan di tiga pasar tradisional lainnya untuk mendongrak pemasukan daerah, yakni Pasar Jember, Bitingan dan Pasar Baru

“Dampak penerapan retribusi elektronik memang cukup bagus karena tunggakan retribusinya sangat minim. Untuk itulah, setelah semua kendala dan permasalahan bisa diidentifikasi penerapannya diperluas hingga di Pasar Bitingan, Pasar Jember, dan Pasar Baru,” jelasnya.

Sementara penerapannya menunggu kesiapan mesin electronic data capture (EDC) serta pencetakan kartu retribusi nya. Ditambahkannya, total kartu yang harus disiapkan sebanyak 3.100 pedagang untuk tiga pasar tersebut.

Diakuinya, permasalahan dalam penerapan e-retribusi di Pasar Kliwon dengan total pedagang 2.420 pedagang, di antaranya terkait kesulitan pedagang dalam melakukan pengisian saldo di rekening tabungan.

Kelebihannya, Pedagang tanpa harus memiliki rekening tabungan Bank Jateng sebagai mitra pelaksanaan penarikan retribusi elektronik sudah bisa membayar retribusi tersebut. Di antaranya bisa melalui berbagai pembayaran perbankan mobile serta dompet digital seperti ovo, go pay, dana atau dompet digital lain yang dilengkapi kode barcode.

“Pada tahun ini ketiga pasar tradisional ditargetkan sudah mulai memberlakukan e-retribusi sehingga bisa mendongkrak pemasukan kas daerah. Sedangkan besarnya retribusi disesuaikan dengan luas kios yang digunakan berjualan pedagang.,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :