Kudus, isknews.com – Setelah menyalurkan bantuan beras untuk keperluan pangan jangka pendek, kini Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus melakukan dropping bantuan benih padi varietas inpari 32. Pelaksanaanya dilakukan bertahap dan hal itu tidak lain untuk meringankan para petani yang lahan pertaniannya terendam banjir dampak perubahan iklim (DPI).
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto melalui Kepala Seksi Tanaman Pangan pada Bidang Tanaman Pangan Perkebunan, Arin Nikmah mengatakan, Penyaluran dropping benih seluas 1.886 hektar sawah akibat dampak perubahan iklim dilaksanakan bertahap menyesuaikan ketersediaan benih dan akses jalan menuju lokasi poktan penerima.
“Dropping ini diharapkan agar petani dengan areal sawah sudah mulai surut bisa segera dilakukan percepatan pembibitan untuk musim tanam II. Benih ini bantuan untuk petani dampak perubahan iklim (banjir) ,” terang Arin Nikmah.
Dijelaskan, dropping benih sampai maksimal akhir Februari 2021 ini merupakan tahap I. Sedangkan dropping benih padi tahap II dilakukan awal bulan April 2021. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus juga memberikan atensi terkait pembiayaan untuk penanaman atau pemindahan lahan dari pembibitan ke sawah.
Sementara penyaluran bantuan benih padi ini dimulai tanggal 15 Februari 2021 pada wilayah Kudus kawasan selatan. Diharapkan bisa digunakan pembibitan awal MT II bulan Maret mendatang. Desa yang sudah diserahkan yakni Wonosoco untuk seluas 216 hektar sebanyak 5.400 kg, Desa Lambangan diperuntukkan 82 hektar sebanyak 2.050 kg, Berugenjang 35 hektar sebanyak 875 kilogram dan desa Undaan Lor 100 hektar sebanyak 2500 kg. (AJ/YM)






