Viral Perempuan Dibegal di Gebog Kudus, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya, Jangan Asal Posting!

oleh -66 Dilihat
Ilustrasi Kejadian. (Foto: Ilustrated By AI)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Informasi dugaan aksi pembegalan terhadap seorang perempuan di kawasan persawahan Dukuh Mudalrejo, Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, viral di sejumlah platform media sosial. Bahkan, narasi yang belum terkonfirmasi tersebut turut diposting oleh sebuah akun Facebook yang dikelola seorang pejabat di tingkat desa.

Beredarnya informasi tersebut menuai sorotan dari sejumlah netizen. Mereka mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengunggah maupun menyebarkan kabar dugaan tindak kriminalitas demi kepentingan konten dan monetisasi akun Facebook Pro (FB Pro), terlebih jika informasi tersebut belum dikonfirmasi kepada pihak berwajib.

Setelah melakukan penelusuran, Polres Kudus memastikan kabar pembegalan yang viral tersebut tidak benar sebagaimana narasi yang beredar. Tidak ditemukan keterangan yang membenarkan adanya aksi pembegalan maupun kehilangan barang berharga berupa telepon genggam dan dompet.

Kapolsek Gebog AKP Siswanto bersama sejumlah anggota mendatangi lokasi dan melakukan konfirmasi langsung kepada perempuan berinisial FK (24), warga Kecamatan Gebog, Kudus, pada Jumat (6/11/2026).

Berdasarkan keterangan FK, peristiwa tersebut bermula pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, ia keluar rumah bersama seorang temannya untuk memperbaiki telepon genggam di sebuah konter di Desa Demangan, Kecamatan Kota, Kudus.

Namun, pihak konter menyampaikan bahwa mereka akan segera tutup. Keduanya kemudian memutuskan mencari makan di sekitar Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Setelah selesai makan, FK mengantarkan temannya pulang ke rumah di Desa Besito. Selanjutnya, ia melanjutkan perjalanan pulang seorang diri menggunakan sepeda motor.

Saat melintasi jalan persawahan di wilayah Desa Kedungsari, FK merasa seperti diikuti seseorang yang tidak dikenal. Kondisi jalan yang sepi dan minim penerangan membuatnya semakin ketakutan.

Sekitar pukul 23.00 WIB, ketika perjalanan mendekati kawasan permukiman, FK mengaku panik hingga kehilangan kendali atas sepeda motor yang dikendarainya. Ia kemudian terjatuh ke pinggir sawah. Seseorang yang sebelumnya dianggap membuntutinya sempat memberikan pertolongan. Namun, FK yang masih ketakutan berteriak meminta bantuan hingga didengar warga sekitar.

Warga kemudian berdatangan untuk memberikan pertolongan. Orang yang berada di lokasi selanjutnya meninggalkan tempat kejadian menggunakan sepeda motor. FK kemudian dievakuasi bersama kendaraannya dan dibawa ke Rumah Sakit Islam Sunan Kudus untuk mendapatkan penanganan medis. Akibat kejadian tersebut, FK mengalami retak pada bagian kaki.

Kapolsek Gebog AKP Siswanto menegaskan bahwa hasil konfirmasi langsung kepada FK tidak membenarkan narasi pembegalan maupun kehilangan barang berharga yang beredar di media sosial.

“Setelah kami melakukan konfirmasi secara langsung kepada yang bersangkutan, informasi mengenai adanya pembegalan dan kehilangan barang berharga berupa handphone maupun dompet tidak benar. Berdasarkan pengakuan korban, saat itu dirinya merasa takut dan panik ketika melintasi jalan persawahan yang sepi dan gelap karena merasa seperti diikuti seseorang,” tegas AKP Siswanto.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial, terutama kabar mengenai dugaan tindak kriminalitas yang belum dipastikan kebenarannya. Masyarakat diminta tidak mudah percaya, apalagi ikut menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu keresahan dan kepanikan.

“Pastikan terlebih dahulu kebenaran informasi melalui sumber resmi kepolisian atau instansi berwenang. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru menimbulkan ketakutan dan keresahan di masyarakat,” tambahnya.

Di sisi lain, Polsek Gebog terus meningkatkan patroli malam hingga dini hari, khususnya di sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Masyarakat juga diingatkan agar tetap waspada saat berkendara, terutama ketika melintasi jalan yang sepi dan minim penerangan.

Apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan potensi gangguan kamtibmas, masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 untuk mendapatkan pelayanan kepolisian. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.