Vonis Hakim 14 Bulan Penjara Untuk Leles

oleh

Pati, ISKNEWS.COM – Kasus pencurian kayu milik kepala Desa Srikaton Kecamatan Jaken memasuki sidang putusan, Selasa (10-09-2019). Hakim menilai Leles, terdakwa yang juga warga Desa Srikaton terbukti bersalah atas kasus pencurian kayu milik Kades Srikaton Endah Dwi Winarni. Dari fakta persidangan akhirnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pati menjatuhkan vonis 14 bulan penjara, dipotong masa tahanan.

Hakim Ketua Lisfer Berutu SH, MH yang didampingi oleh hakim anggota Grace Meilanie,SH. MH dan Rida Nur Karima, SH. MHum, dalam persidangan mengatakan, vonis tersebut dijatuhkan setelah adanya berbagai pertimbangan oleh majelis hakim beserta bukti-bukti dan keterangan para saksi. Vonis itu akan dipotong dengan masa penahanan yang telah dijalankan Leles selama proses penyidikan dan persidangan.

TRENDING :  Kelola DD 1,8 Milyar, Pemdes Pucakwangi Preoritaskan Infrastruktur Rabat Beton.

Majlis Hakim membacakan putusan kasus pencurian kayu Desa Srikaton, dengan terdakwa Leles, di salah satu ruang sidang PN Pati, Selasa (10-09-2019). (ivan nugraha)

“Berdasarkan terpenuhinya unsur-unsur dalam pasal 362 KUHP dan pertimbangan yang ada, terdakwa Leles terbukti melanggar hukum dengan putusan kurungan selama satu tahun dua bulan,” kata hakim ketua.

Usai putusan itu, Majelis Hakim meminta Leles untuk berkonsultasi dengan kuasa hukum. Mengingat, majelis hakim memberikan waktu lima hari untuk menanggapi putusan tersebut.

TRENDING :  Kakek Tanpa Identitas Ditemukan Tak Bernyawa di Area Tambak

“Saudara Leles punya waktu lima hari untuk mempertimbangkan putusan ini, apakah menerimakan atau banding,” ujarnya dalam persidangan yang disaksikan puluhan massa pendukung terdakwa.

Sebelum putusan, Hakim Ketua juga membacakan ikhwal pertimbangan yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Berdasarkan pemaparannya, hal yang memberatkan terdakwa atas kasus pencurian lima batang kayu Jati dan satu batang kayu Nangka itu, karena perbuatannya telah meresahkan masyarakat. Sementara pertimbangan yang meringankan terdakwa, selama dalam persidangan terdakwa bersikap sopan. Selain itu, terdakwa juga memiliki tanggungan keluarga.

TRENDING :  Desa Pagendisan dan Desa Pekalongan Tergenang Banjir

“Pada saat persidangan, terdakwa memberikan keterangan yang berbelit, sehingga mempersulit persidangan. Terdakwa juga sudah pernah berdamai, tetapi terdakwa keberatan dan mencabutnya kembali,” terangnya.

Sementara itu saat ditemui sejumlah jurnalis usai persidangan, kuasa hukum Leles Moh Agus Prasetyo mengatakan akan melakukan kajian terlebih dahulu terkait putusan tersebut. Jika terdakwa ingin banding maka akan diadakan banding.

“Kita ada upaya banding. Ini jalan ikhtiyar dalam mencari keadilan. Tapi jika saudara terdakwa sudah terima dengan putusan, maka kami tidak lakukan banding,” jelasnya. (IN)

KOMENTAR SEDULUR ISK :