Wabup Pantau Banjir Di Mejobo

oleh -527 kali dibaca
Kudus – Meningkatnya intensitas hujan beberapa hari ini kontan membuat warga di beberapa wilayah di kota kretek mulai was-was. Salah satunya adalah warga di wilayah kecamatan Mejobo yang memang tiap tahun acap menjadi langganan banjir. Kontur tanah yang memang lebih rendah dari sekitar, membuatnya menjadi wilayah yang mudah tergenang, terutama wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai. Limpasan air sungai sering mereka alami saat hujan turun dengan curah di atas normal.
Maka untuk mengetahui kondisi terkini, Wakil Bupati Kudus, H. Abdul Hamid melakukan pemantauan langsung di beberapa titik di kecamatan Mejobo (13/1). Diantaranya adalah desa temulus dan golan tepus. Dalam peninjauan tersebut Wabup didampingi oleh Asisten 1, Asisten 2, Ka.Bapeda, Ka. Satpol PP, Ka.BPBD, dan Agus Imakudin, anggota dewan dari komisi C.
Di desa Temulus, Wabup melihat langsung kondisi air yang telah menutup jalan antar rumah penduduk. Kondisi genangan tersebut cukup mengganggu aktivitas warga, terlebih warga yang rumahnya punya ketinggian lantai sama atau lebih rendah dari jalan. Otomatis air masuk dan menggenang di dalam rumah. Beberapa sawah juga tampak tertutuo oleh genangan air.
Kondisi tersebut langsung di respon oleh Wabup. Dengan para pejabat terkait, dirinya membahas apa dan bagaimana langkah yang perlu diambil sekaligus alternatif solusi yang bisa dijalankan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
Wabup berharap agar warga juga mempunyai kesadaran dalam menjaga lingkungannya,  agar dampak yang mungkin timbul dari banjir tersebut dapat diminimalisir. “Bagus, seperti kerja bakti yang beberapa waktu ini telah berjalan. Itu merupakan langkah preventif yang bisa dilakukan secara gotong royong”, ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Agus Imakudin menambahkan bahwa kondisi ini memerlukan uluran tangan dari semua pihak. “Siapapun, tidak perduli latar belakang maupun partainya, harus bahu membahu bersama-sama menyelesaikan permasalahan ini”,imbuhnya. Sumber:Humas
@Rya                                     
KOMENTAR SEDULUR ISK :