“Waduk Wilalung” Menangi Lomba Foto BCB Disbudpar Kudus

oleh -1,124 kali dibaca

KUDUS, isknews.com – Foto yang diberi judul “Waduk Wilalung”, berhasil meraih Juara I lomba foto bangunan kolonial. Foto karya Chandra Bagus Hariyadi Nakayumi, siswa SMKN-2 Kudus itu, mendapatkan nilai tertinggi oleh dewan juri, dalam lomba yang diselenggarakan oleh Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus itu.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudpar, Supratiwi, yang dihubungi isknews.com, Selasa (10/5), lomba foto itu merupakan kegiatan yang diadakan dan berlangsung setiap tahun. Tujuan dari kegiatan itu, adalah memberikan motivasi kepada generasi muda, khususnya pelajar SMA/SMK, agar memiliki kecintaan pada kota kelahirannya, Kabupaten Kudus yang mempunyai banyak kekayaan seni dan budaya, juga bangunan peninggalan zaman kolonial dan bangunan cagar budaya. “Dari dasar pemikiran itu, lomba foto itu memfukuskan pada obyek bangunan kolonial dan BCB yang ada di Kabupaten Kudus.”

Dalam penilaian, ungkapnya lanjut, pihaknya menggandeng komuntas penggemar fotografi Kabupaten Kudus. Juri dari perkumpulan fotografer Kabupaten Kudus itu, terdiri dua orang, Bahrul Ulum dan Ulin Nuha, satu juri lainnya adalah Sutiyono, Kasie Purbakala Disbudpar.

Menurut Sutiyono, jumlah foto yang diterima oleh panitia lomba, mencapai 30 foto dari sebanyak 18 peserta pelajar SMA/SMK negeri dan swasta se Kabupaten Kudus. Dari jumlah itu, dipilih enam besar juara, sebagai berikut, Juara I, Chandra Bagus Hariyudi Nakayumi (SMKN-2), judul foto “Waduk Wilalung I”, Juara II, Ahmad Zulkifar (SMKN-2), judul foto “Rumah Kembar Nitisemito”, Juara III, Adib Bagus Romadhon (SMA Muhammadiyah), judul foto “Stasiun KA”.

Selanjutnya, untuk Juara Harapan I, diraih Maulida Azida Ilmi (SMK Muhammadiyah), judul foto “Pabrik Gula Rendeng”, Juara Harapan II, Chandra Bagus Hariyadi Nakayumi (SMKN-2), judul foto “Waduk Wilalung II” dan Juara Harapan III diraih Ibrahim Putra, dengan obyek foto bangunan kuno bekas Kantor Polsek Cendono, di Desa Besito, Kudus. “Kepada para juara, diberikan tropi dan uang pembinaan,” ujar Sutiyono. (DM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :