Wakili Jateng ke Parlemen Remaja, Siswi MAN 1 Kudus Diundang Mas’an Ketua DPRD Kudus

oleh -301 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Sebagai apresiasi atas lolosnya Arina Septi Aprilia pelajar kelas X MAN 1 Kudus dalam kegiatan parlemen remaja 2020. Ketua DPRD Kabupaten Kudus Mas’an mengundang khusus Arina didampingi Kepala MAN 1 KUDUS dan pembimbing ke Gedung Dewan.

Kegiatan parlemen remaja sendiri sudah berlangsung pada tanggal 2 – 6 Nopember 2020 secara virtual dan dibuka langsung Ketua DPR RI Ibu Puan Maharani.

“Seandainya tidak pandemi, peserta lolos akan diundang langsung ke Gedung Senayan Jakarta untuk mengikuti pendidikan menjalankan fungsi dewan,” jelas Suhamto.

Tema parlemen remaja tahun ini adalah gotong royong mangatasi pandemi dan selama kegiatan parlemen remaja, peserta berfokus membahas UU no 16 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan menjalankan fungsi dewan dalam legislasi, pengawasan, dan penganggaran.

“Arina merupakan satu-satunya siswa madrasah di Jawa Tengah yang mewakili Dapil 2 Jateng. Syukur untuk pertama kali mengikuti seleksi MAN 1 KUDUS bisa lolos ke Senayan,” ungkap Suhamto.

Sementara itu, Mas’an sangat mengapresiasi atas keberhasilan Septiana sebagai peserta parlemen remaja 2020. “Ini merupakan kegiatan yang sangat penting utamanya dalam pendidikan politik sejak di bangku pendidikan. Karena bagaimanapun juga masih ada stigma negative jika berbicara tentang politik,” terangnya.

Padahal, lanjut Mas’an, pemimpin dalam negara demokrasi dan kebijakan pemerintahan lahir dari proses dan dinamika politik.

“Yang penting jika sudah terjun di politik dan menjadi anggota dewan. Hanya satu tujuannya untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat,” Tegas Mas’an

Dengan didampingi Humas DPR Kudus, Arina berkesempatan melihat langsung ruangan yang ada di Gedung DPRD Kudus. Mulai dari ruang paripurna, ketua dpr, VIP, dan komisi2. Tak luput, Septiana mendapatkan kesempatan langsung untuk simulasi memimpin sidang dengan dibimbing langsung ketua DPRD Kudus.

Seperti yang telah dilansir dari Kemenag.go.id , Sebelumnya sebanyak 134 siswa dari 34 provinsi lulus seleksi Parlemen Remaja (Parja) 2020, dan 17 di antaranya adalah siswa madrasah.

Parja merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal DPR-RI sebagai wadah memberikan pembelajaran politik kepada generasi muda, memasyarakatkan fungsi dan peranan DPR serta memberikan pemahaman akan pembuatan kebijakan publik oleh DPR. Parja 2020 mengusung tema “Gotong-royong Menghadapi Pandemi Covid-19, Optimis Bisa”.

Seleksi Parja 2020 untuk menyaring siswa-siswi terbaik dari SMA/SMK/MA sederajat di seluruh Indonesia. Dari 6.257 pendaftar,terpilih 134 peserta yang mewakili 80 daerah pemilihan (dapil) di 34 provinsi Indonesia.

Salah satu siswa madrasah yang lulus seleksi adalah Arina Septi Aprilia dari MAN 1 Kudus Kabupaten Kudus. Dia menjadi satu-satunya wakil madrasah dari Provinsi Jawa Tengah.

Dibimbing guru MAN 1 Kudus Charisfa Nuzula dan Desiana Jayanti Andaruli, dalam seleksi ini Arina harus membuat essay dan video. Dia mengangkat tema “Jika aku menjadi Parlemen”. Arina mengaku bangga bisa menjadi wakil dari Dapil Jawa Tengah dan membawa nama MAN 1 Kudus ke Senayan.

“Saya sangat bangga dan yakin bahwa sebagai remaja, kita dapat berkontribusi dalam mengatasi pandemi covid-19. Melalui kegiatan Parja, kita bisa memberikan aspirasi terkait penanganan virus corona,” ucapnya di Kudus, Selasa (03/11).

Kepala MAN 1 Kudus, Suhamto mengapresiasi capaian siswa madrasah pada Parja 2020. Dia berharap mereka bisa memaksimalkan potensinya dalam berkomunikasi dan beragumentasi. Ajang ini juga diharapkan dapat memperluas wawasan dan meningkatkan cara berpikir kritis dalam menyampaikan aspirasi.

“Ini pertama kali MAN 1 Kudus mengikuti seleksi Parlemen Remaja. Alhamdulillah berkat kesungguhan, kerja keras, dukungan dan doa dari semua pihak, siswa kami bisa lolos mewakili Dapil Jawa Tengah II dan bisa membawa nama MAN 1 Kudus hingga Senayan,” ungkapnya

“Kami berterima kasih kepada DPR RI telah memberikan wadah bagi generasi muda untuk belajar berpolitik, berdemokrasi, dan belajar menjadi pemimpin di masa depan,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :