Warga Colo Kreasikan Parijoto jadi Minuman Fermentasi Kombucha

oleh -648 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kombucha, minuman fermentasi asal Cina sudah hadir di Kudus dengan parpaduan khas buah parijoto. Belum beredar secara luas, parijoto kombucha kreasi warga Desa Colo, Kecamatan Dawe ini memberikan warna rasa yang berbeda.

Ditemui di kediamannya, Triyanto R Soetardjo, pencipta parijoto kombucha Culturia, menceritakan, awal mula ide penciptaan parijoto kombucha muncul ketika mengikuti expo di Surabaya tahun 2018 silam.

Dia terinspirasi dari salah satu stand milik orang Bandung yang memamerkan teh kombucha. “Jadi saya berfikir kenapa tidak buat yang selain teh, contoh mungkin kami ada produk parijoto dan kopi muria,” ujarnya.

Alhasil, Rian pun menuangkan idenya tersebut dengan beberapa kali percobaan. Untuk proses pembuatannya sendiri, dia memilih buah parijoto yang segar. Kemudian, dicuci dan direbus hingga mendidih.

Setelah itu, didiamkan hingga hangat, baru dicampur dengan gula hingga larut. Rian juga mencampurkan jamur scooby dan starter untuk proses fermentasinya.

“Didiamkan setidaknya 2 minggu, tapi kalau di dataran rendah bisa sampai 7-10 hari bisa dapat rasa asam manisnya. Kalau di ketinggian, 12-14 hari,” jelasnya.

Untuk manfaat parijoto kombucha sendiri, lanjut Rian, yaitu kandungan probiotik dari kombuchanya. Lalu, memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Termasuk menurunkan kolesterol, menambah energi, meningkatkan imunitas, menyehatkan jantung, memperbaiki sistem pencernaan, dan menstabilkan gula darah.

“Itu belum parijotonya. Kalau parijoto mengandung banyak manfaat juga, seperti antioksidan yang tinggi, mengandung vitamin C, serta senyawa flavonoid dan saponin,” terangnya.

Rian juga menyampaikan, parijoto kombucha ini bisa dinikmati oleh umum, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Hanya saja dia tidak menyarankan bagi ibu hamil dan balita untuk mengkonsumsi.

Sementara untuk ideal konsumsinya, kata Rian, sehari cukup segelas sloki. Pun, diminum sebelum makan juga dirasa Rian tidak bermasalah.

“Kalau saya minum kadang sebotol (ukuran 250 mili), tidak ada efeknya di saya,” ujarnya.

Tak hanya parijoto saja, ia pun membuat Kombucha Kopi Muria. Hal itu tak lepas dari misinya untuk mengangkat potensi lokal, sesuai namanya Kulturia.

Untuk rasa Kombucha Parijoto, katanya, memiliki cita rasa asam manis. Sedangkan untuk Kombucha Kopi Muria, ada perpaduan rasa asam manis dan sedikit pahit. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :