Warga Desa Guwo Sesalkan Pencabutan Pal Penerangan Jalan

oleh -2,850 kali dibaca

Pati, isknews.com – Mantan Kepala Desa Cabut Pal Listrik Penerangan jalan, warga Desa Guwo, Kecamatan Tlogowungu, Pati sesalkan sikap Mantan Kades kerena jalan yang biasa terang jadi gelap.

Kepala Desa Gowo Sutaji mengatakan, pencabutan pal lampu penerangan itu memang tidak ada pemberitahuan kepada pihak desa. Dimulai pada Selasa (26/10/2021) kemarin, pihak mantan kades dan suruhannya melakukan pemutusan jaringan.

Setelah dilakukan pemutusan, tiba-tiba di beberapa titik pal langsung dilakukan pencabutan. Kemudian dilanjutkan pada hari ini, pencabutan kembali dilakukan. Padahal, upaya pencabutan itu tidak ada pemberitahuan kepada pihak desa.

“Ketika pal mau di cabut, saya sudah mengutus dua perangkat agar berkomunikasi dengan mantan kades, pak Sulhan. Namun hingga saat ini belum ada hasilnya. Hari ini ada pencabutan pal lagi, tadi saya datang ke lokasi agar diberhentikan dulu,” katanya, Rabu (27/10/2021).

Diketahui, di desa tersebut ada 125 pal penerangan jalan desa. Pal itu didirikan oleh mantan Kades Guwo, yakni Sulhan pada saat dirinya menjabat pada periode kedua sebagai janji politik saat mencalonkan diri.

Setelah dirinya terpilih, pal itu pun langsung didirikan dan dikasih lampu penerangan. Sehingga jalan masuk desa terang benderang. Masyarakat pun sudah menikmati penerangan jalan itu bertahun-tahun.

Namun, pada 10 April lalu Sulhan kembali mencalonkan diri sebagai kades untuk periode ketiga. Hanya saja, pihaknya belum beruntung hingga harus kalah dalam kontestasi itu.

Diduga karena kekalahan itu, pal yang semula didirikan pada masa jabatannya di periode kedua, dilakukan pencabutan secara paksa.

Sutaji melanjutkan, adanya pencabutan paksa pal tersebut, pihaknya nanti malam akan melakukan musyawarah desa (musdes). Apabila memang mantan kades meminta ganti rugi, maka pihaknya sudah menyiapkan uang yang diambilkan dari Dana Desa (DD) untuk mengganti uang tersebut.

“Ini kan dinikmati banyak masyarakat, pal yang didirikan juga di tanah milik masyarakat. Kami anggap ini sudah menjadi milik desa. Karena itu, kalau pal di cabut paksa, jangan lah. Kalau minta ganti rugi, akan kami rembuk dulu. Karena kalau pak dicabut, jalan ini juga akan gelap,” imbuhnya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :